Beasiswa Mobil Cepu Ltd dan PSF untuk Pelajar Bojonegoro - JANGKAU KELUARGA PERA-SEJAHTERA

NERACA Bila dibandingkan dengan negara berkembang lainnya di Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand, Indonesia masih tertinggal untuk akses pendidikan tinggi. Dari Data Kementerian Pendidikan Nasional tahun 2011 menunjukan bahwa dari jumlah siswa yang berasal dari keluarga pra-sejahtera yaitu sebanyak 50 juta siswa, sedikitnya terdapat sekitar 4,7 juta siswa yang terancam putus sekolah. Bahkan, diperkirakan hanya 11% yang dapat melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi. Ada tiga alasan utama mengapa siswa-siswa Indonesia tidak melanjutkan ke pendidikan tinggi, yaitu keharusan bekerja untuk membantu orang tua (53,6%), faktor ekonomi (35,8%), dan memutuskan untuk menikah (15,8%). Padahal, menurut penelitian oleh Dr. Walter McMahon, seorang Profesor Ekonomi di Universitas Illinois, jumlah sarjana di sebuah negara berkembang mempunyai dampak yang sangat besar untuk kesejahteraan dan pengembangan ekonomi. Menyadari kecilnya jumlah remaja Indonesia yang melanjutkan ke perguruan tinggi, mendorong Mobil Cepu Ltd dan Putera Sampoerna Foundation untuk bekerjasama memberikan sebuah solusi untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi remaja Indonesia dalam bentuk beasiswa. Anak perusahaan Exxon Mobil Corporation ini, memberikan beasiswa bagi 10 pelajar berprestasi asal Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur untuk melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang Sarjana Strata Satu. Mereka merupakan siswa/i terpilih yang memiliki prestasi akademis serta memiliki kepribadian terpuji dan jiwa kepemimpinan yang tinggi. “Dengan meningkatkan akses pendidikan tinggi kepada para pelajar, kami berharap mereka akan menjadi sumber daya manusia unggul yang dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan Kabupaten Bojonegoro,” kata Vice President Public & Government Affairs Mobil Cepu Ltd Erwin Maryoto. Para penerima beasiswa ini akan menempuh pendidikan sarjana di bidang teknik dan ekonomi untuk jangka waktu maksimal 4 tahun masa studi atau 8 semester. Pemberian beasiswa ini dilaksanakan melalui kerjasama dengan Putera Sampoerna Foundation (PSF) dan mencakup komponen biaya masuk ke universitas, biaya sumbangan pembinaan pendidikan (SPP), uang saku, tunjangan buku, tunjangan internet, tunjangan penelitian, tunjangan pengembangan pribadi, tunjangan magang, tunjangan wisuda, serta laptop. Kerjasama Mobil Cepu Ltd. dan Putera Sampoerna Foundation ini merupakan cerminan kemitraan dan jawaban atas kebutuhan mendasar akan pendidikan tinggi di Indonesia, serta dukungan terhadap program Generasi Emas Bojonegoro yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Melalui pemberian beasiswa ini, diharapkan akan lebih banyak pelajar-pelajar berbakat yang dapat meraih mimpi mereka dan menjadi pemimpin masa depan bangsa ini.

BERITA TERKAIT

Tantangan Bekerja untuk Keadilan

Oleh: M. Sunyoto Setiap pemimpin politik punya visi tentang keadilan, setidaknya dia paham secara teoritis apa yang disebut dengan tindakan…

2018, LPDB Siapkan Rp100 M Untuk Bisnis Start Up

2018, LPDB Siapkan Rp100 M Untuk Bisnis Start Up NERACA Jakarta - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram mengungkapkan…

Menko Polhukam - Usulan Pembentukan Densus Tipikor Untuk Kebaikan

Wiranto  Menko Polhukam Usulan Pembentukan Densus Tipikor Untuk Kebaikan Jakarta - Menko Polhukam Wiranto menyatakan usulan pembentukan Detasemen Khusus Tindak…

BERITA LAINNYA DI CSR

Jangkau Luas Rumah Layak Huni - Lagi, Yayasan Intiland Gandeng Habitat

Melanjutkan kesuksesan dalam menyediakan rumah layak huni kepada masyarakat yang tidak mampu, perusahaan properti PT Intiland Development Tbk, melalui Yayasan…

Ringkan Beban Disabilitas Tuna Rungu - Mensos Serahkan 424 Alat Bantu Dengar di Sulsel

Dalam rangka memudahkan komunikasi bagi penyadang disabilitas yang kurang mampu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahkan 425 alat bantu dengar…

Menaklukan Soal Matematika - Siswa di Daerah Pun Kini Lebih Percaya Diri

Percaya atau tidak, terkadang sumpah serapah ada kalanya bisa menjadi kenyataan. Hal inilah yang menggambarkan pengalaman Adit, guru privat di…