Istana Matahari Timur

Menapaki Gedung Bersejarah di Kota Riau

Sabtu, 05/10/2013

Indonesia memang memiliki sejarah yang panjang hingga terbentuk menjadi sebuah Negara. Karena itu Indonesia memiliki beragam gedung bersejarah yang terus dijaga keberadaannya hingga kini. Sebuah kerajaan Melayu Islam terbesar di Riau telah meninggalkan jejak yang cantik di muka bumi. ItulahIstana Siakyang berada di Kabupaten Siak, Riau. Istana ini dibangun saat kepemimpinan Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin pada tahun 1889.

Di Istana Siak Anda dapat melihat beragam koleksi warisan kerajaan berupa kursi singgasana yang bersepuh emas, duplikat mahkota kerajaan, brankas kerajaan, tombak, payung kerajaan, patung perunggu Ratu Wilhemina, serta alat musik komet yang hanya ada dua di dunia. Saat ini beberapa koleksi benda antik dari Istana Siak Sri Indrapura disimpan diMuseum Nasional Jakarta.

Istana Siak memiliki perpaduan arsitektur Melayu-Arab-Eropa. Dijuluki sebagaiIstana Matahari Timurdan bernama asliAssiyaratul Hasyimiah.Pada dinding istananya dihiasi keramik yang didatangkan dari Prancis. Bangunan istana ini berlantai dua. Di lantai bawah terbagi menjadi 6 ruangan sidang, ruang tamu kehormatan, ruang tamu untuk laki-laki, ruang tamu untuk perempuan, dan ruang sidang kerajaan sekaligus ruang pesta. Sedangkan lantai atas meliputi 9 ruangan untuk Sultan dan ruang untuk tamu kerajaan.

Istana ini kini sekarang difungsikan sebagai perkantoran, rumah tinggal, penginapan, dan toko oleh penduduk. Istana Siak dan ratusan benda pusaka di dalamnya dikelola Yayasan Amanah Sultan Syarif Kasim. Pengurusnya masih keturunan Sultan Siak. Kerajaan Siak sendiri merupakan kerajaan yang berdiri lebih dari dua abad, yaitu tahun 1723 hingga 1946.

Kerajaan Siak awalnya adalah pecahan dari Kerajaan Melayu yaitu antara Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah (Raja Kecil) dan Sultan Suleiman yang dibantu oleh Bugis. Sultan Abdul Jalil akhirnya tersingkir dan berpindah tempat yaitu ke Johor, Bintan, Bengkalis, hingga akhirnya ke pedalaman Sungai Siak, di Buantan sekitar 10 km di hilir kota Siak Sri Indrapura sekarang. Kerajaan Siak berkali-kali berpindah ibu kota yaitu di Buantan, Mempura, Senapelan, Mempura, dan terakhir di Kota Tinggi atau Siak Sri Indrapura.

Temukan beragam kisah dan ilmu penuh makna dari istana ini. Anda akan diajak berwisata ke rangkuman sejarah, budaya, dan wawasan ilmiah yang mengagumkan. Jam buka Istana Siak adalahSenin-KamisdanSabtu, pukul09.00-16.00 WIB. PadaJumattutup pukul09.00-11.00dan buka kembali pukul13.45-16.00 WIB. Tiket masuk untukdewasa Rp3.000 dananak-anak Rp2.000.

Pintu gerbang istana ini akan menyambut Anda dengan sepasang burung elang yang bertengger indah dan sorot matanya yang tajam. Di puncak bangunan terdapat 6 patung burung elang sebagai lambang keberanian istana ini.

Di dalam istana, Anda dapat melihat berbagai koleksi bernilai tinggi warisan Kerajaan Siak Sri Indrapura. Mulai dari keramik, payung kerajaan, brangkas kerajaan, dan kursi kristal yang dibuat tahun 1986. Ada pula perkakas seperti sendok, piring, gelas-cangkir berlambangkan Kerajaan Siak.

Anda jangan terlewat untuk mengamati sebuah cermin bernama Ratu Agung. Cermin tersebut dulunya milik permaisuri sultan. Konon cermin tersebut apabila sering digunakan dapat membuat wajah semakin cerah dan awet muda.

Saat berkeliling di luar istana Anda dapat mengamati puncak bangunan istana ini dimana terdapat 6 patung burung elang sebagai lambang keberanian Istana. Di sekitar istana juga terdapat 8 meriam yang menyebar pada sisi-sisi halaman istana. Lihat juga di sebelah kiri belakang Istana terdapat bangunan kecil sebagai penjara sementara.

Ada juga alat musik komet yaitu sejenis gramafon ini hanya tinggal dua di dunia, yaitu ada di Siak dan Jerman. Piringan baja komet tersebut dibawa Sultan Syarief Hasyim dari lawatannya di Jerman ke Siak tahun 1896.

Selepas lelah berkeliling seputar istana maka manjakan lidah Anda dengan belaian kuliner di sepanjang tepian Sungai Siak dan pemandangan Jembatan Siak pun siap menyambut. Makanan yang paling banyak akan Anda temukan adalah rumah makan khas Minang.