Danai Akuisisi, Modern Land Terbitkan Obligasi US$300 juta

Senin, 30/09/2013

NERACA

Jakarta – PT Modernland Realty Tbk (MDLN) segera menerbitkan surat utang dengan nominasi valuta senilai US$300 juta. Penerbitan surat utang dalam mata uang asing tersebut akan digunakan untuk aksi korporasi perseroan yaitu akuisisi.

Setara dengan Rp3,36 triliun, obligasi tersebut memiliki tenor 3 dan 5 tahun. Rencananya perseroan akan mengakuisisi 2 saham perusahaan yaitu PT Mitra Sindo Sukses dan PT Mitra Sindo Makmur. Selain akuisisi, hasil obligasi tersebut akan digunakan untuk akuisisi saham properti dan pelunasan hutang perseroan.

Menurut Chief Financial Officer (CFO) perseroan Freddy Chan, selain melakukan akuisisi saham, obligasi tersebut juga akan diserap untuk akuisisi saham properti dan pelunasan utang bank jangka panjang.“Surat utang tersebut mengambil pihak ketiga masing-masing, Le-Vision Pte Ltd dan Castlehigh Pte Ltd. Pemegang saham setuju 100% karena properti memiliki prospek bagus, jarang lokal beli asing, biasanya asing yang beli lokal”, ujar dia di Jakarta akhir pekan kemarin.

Perseroan telah mengumumkan rencana penerbitan surat utang tersebut sejak Mei lalu. Dalam keterangan tertulis perseroan, disebutkan bahwa obligasi sebesar USD300 juta akan diterbitkan pada pertengahan tahun ini. Penerbitan surat utang tersebut untuk mendukung ekspansi dan pembayaran utang jangka panjang perseroan.

Adapun global bonds tersebut memiliki tingkat suku bunga paling tinggi mencapai 10%, dengan jangka waktu selama-lamanya 5 tahun. Dalam penerbitan obligasi itu, perseroan menggunakan laporan keuangan per 31 Desember 2012.

Sebagai informasi, laporan keuangan per 31 Desember 2012, perseroan memiliki utang jangka panjang sebesar Rp447,21 miliar. Perseroan berharap dapat melakukan pembayaran utang jangka panjang dengan biaya yang lebih efisien. Selain itu, perseroan juga perseroan memiliki dana segar sebesar Rp3,9 triliun dari penjualan lahan seluas 170 ha dan penerbitan obligasi pada akhir tahun lalu.

Akuisisi Mitra Sindo

Akuisisi tersebut akan menguasai 49% saham PT Mitra Sindo Sukses dan PT Mitra Sindo Makmur. Selain itu, perseroan juga akan mengajukan pinjaman dari bank atau lembaga keuangan sebagai alternatif pembiayaan.

Sebelumnya, perseroan telah melakukan akuisisi sebanyak 51% saham terhadap dua perusahaan tersebut senilai Rp2,3 triliun. Akuisisi tersebut dilakukan pada 24 Juli lalu dan telah ditandatangani Conditional Share Agreement (CSSA) antara Le-Vision Pte. Ltd dan Castlehigh Pte. Ltd, keduanya merupakan perusahaan anak dari Keppel Land Pte Ltd Singapura dengan perseroan.

Selain rencana penerbitan obligasi, perseroan juga berencana melakukan pemecahan nilai nominal saham atau stock split dengan rasio 1:2. Rencana tersebut juga diakui dia telah disetujui oleh para pemegang saham dalam RUPSLB.“Untuk nominal perubahan harga sahamnya setelah dilakukan stock split nanti saja dan waktunya juga nanti. Jadi belum kita dapat jelaskan sekarang”, ujar dia.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan menargetkan dapat memperdagangkan saham hasil stock split pada 18 November 2013. Saat ini, harga saham MDLN berada di level Rp700 per saham.

Perseroan mencatatkan laba bersih perseroan pada 2012 naik Rp186 miliar atau 251,37% menjadi Rp260,520 miliar. Namun seiring pertumbuhan laba, hutang perseroan juga meningkat Rp1,028 triliun atau 76,88% menjadi Rp2,365 triliun pada 2012. Adapun total hutang tersebut, berasal dari penambahan utang jangka pendek sebesar Rp531,335 miliar, dan utang jangka panjang sebesar Rp496,903 miliar.

Sementara, pendapatan perseroan juga naik Rp524,324 miliar atau 111,98% menjadi Rp1,012 triliun, dibandingkan 2011 sebesar Rp468,196 miliar. Perseroan juga mencatat peningkatan total aset sebesar Rp2,065 triliun atau 81,74% menjadi Rp4,591 triliun. Pada kas dan setara kas terjadi kenaikan sebesar Rp971,809 miliar atau 1.033,31% menjadi Rp1,065 triliun. (nurul)