Proyek Boezem Menelan Dana Rp205 Miliar

NERACA

Jakarta – Proyek revitalisasi yang dilakukan di Boezem Morokrembangan atau Setu Morokrembangan, Surabaya, telah menelan dana sebesar Rp205 miliar sejak 2007. Boezem yang dibangun pada era Pemerintahan Kolonial Belanda tahun 1934 silam itu sempat tidak terawat, penuh endapan tanah, sampah, dan tanaman air. Lokasi kumuh dan berbau tajam ini mulai ditata ulang pada tahun 2007.

\"Kita perlu meninjau proyek yang didanai APBN sebagai bentuk pengawasan. Sejauh ini kita lihat perkembangannya luar biasa, wilayah yang dulu dikenal kumuh setelah lima tahun berubah menjadi lokasi wisata dan budi daya ikan,\" kata anggota Komisi V Fary Djemi Francis akhir pekan lalu.

Sementara anggota Kommisi V dari Fraksi PKB Andi Muawiyah Ramli meminta program revitalisasi tidak meninggalkan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi Boezem. \"Penduduk sekitar mesti dirangkul sebisa mungkin dilibatkan dalam kegiatan penataan lingkungan. Mereka kita harapkan ke depan ikut menjaga,\" kata Andi.

Perlu diketahui, tujuan utama dibangunnya Boezem Morokrembangan yaitu sebagai kolam retensi genangan air hujan di kawasan pusat Kota Surabaya yang tidak bisa mengalir ke laut saat air laut pasang. Sementara sasaran utamanya yaitu masyarakat di kawasan pusat kota terutama di Kecamatan Krembangan, Kecamatan Bubutan, Kecamatan Sawahan, dan sebagian Kecamatan Dukuh Pakis.

Manfaat yang dihasilkan yaitu menampung air hujan yang menyebakan genangan di kawasan perkotaan/permukiman, mencegah terjadinya intrusi air laut untuk cadangan air tawar, untuk obyek wisata/sarana olahraga air dan untuk budidaya ikan air tawar.

Dahulu, Boezem Morokrembangan terkenal merupakan salah satu kawasan permukiman kumuh di Kota Besar dan dengan bantuan pemerintah guna memperbaiki kualitas lingkungan sehingga tidak kumuh lagi dan dapat menyulap permukiman Boezem Morokrembangan menjadi bersih, indah, dan alami.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Pemerintah Kota Surabaya, Erna Purnawati menjelaskan saat ini sedang dipersiapkan pembangunan rumah susun (rusun) sewa yang akan dilaksanakan Cipta Karya. \"Pembanguan rusun memanfaatkan lokasi spoil bank/disposal area milik Sumber Daya Air. Pemkot Surabaya nantinya bertanggung jawab pada urusan pembebasan dan masalah sosial lain,\" kata dia.

Erna berharap Komisi V dapat mendukung program lanjutan revitalisasi Boezem Morokrembangan yang masih memerlukan tambahan anggaran. Sejauh ini kegiatan sudah berhasil menata Boezem sebagai kolam retensi genangan air hujan dari kawasan pusat kota Surabaya. Ini menurutnya mengatasi banjir setidaknya di empat kecamatan. [iqbal]

BERITA TERKAIT

Bank Sumut Targetkan Kelola Dana Nasabah Prioritas Rp400 miliar

      NERACA   Medan - Bank Sumut menargetkan jumlah nasabah prioritas hingga akhir 2017 mencapai 300 dengan total…

BNP Paribas Bidik Dana Kelola Rp 31 Triliun

Maraknya perusahaan manajer investasi mengeluarkan produk investasi dalam menghimpun dana masyarakat lebih besar lagi juga dilakukan BNP Paribas Investment Partners.…

Barito Targetkan Akuisisi Star Energy di 2018 - Siapkan Dana US$ 800 Juta

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama tahun 2018, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menargetkan akuisisi Star Energy Group bisa rampung.…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tarif Cukai Rokok Naik 10% di 2018

      NERACA   Jakarta - Pemerintah secara resmi akan menaikkan tarif cukai rokok rata-rata sebesar 10,04 persen mulai…

Menyampaikan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Lewat Kesenian

    NERACA   Jakarta – Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latief menyampaikan bahwa pendiri bangsa…

Grand Eschol Residences & Aston Karawaci Hotel Kembali Dibangun - Sempat Tertunda

    NERACA   Jakarta - PT Mahakarya Agung Putera, pengembang Grand Eschol Residence & Aston Karawaci City Hotel, menegaskan…