PPI di Bandung Diserbu Pengunjung

Pameran Produksi Indonesia 2013

Senin, 30/09/2013

NERACA

Jakarta - Antusiasme pengunjung ke acara Pameran Produksi Indonesia (PPI) 2013 semakin tinggi. Hari pertama Kamis (26/9) mencapai 1029 orang, hari kedua, Jum’at (27/9), pengunjungnya mencapai 1.723 orang. Sementara hari ketiga, Sabtu (28/9) hingga jam 16.00 WIB jumlah pengunjungnya mencapai 1.825 orang. Artinya jumlah tersebut semakin meningkat dan diyakini hari ketiga ini jumlah pengunjung akan menembus 2.000 orang lebih hingga stand ditutup pukul 20.00 WIB nanti, mengingat hari ini malam minggu. Pengunjung tidak hanya berasal dari Kota Bandung dan sekitarnya, tetapi juga berasal dari Jakarta, Malang, bahkan dari Malaysia, Brunei Darussalam dan Australia yang memang sedang berburu barang-barang berkualitas dari Indonesia.

Meriah dan tingginya jumlah pengunjung tak lepas dari gencarnya sosialisasi kegiatan dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kecintaan kepada produk dalam negeri. Harus diakui, kebanggaan kepada produk dalam negeri semakin tinggi. Hal ini terlihat dari berbagai komentar pengunjung, seperti yang disampaikan salah satu pengunjung dari Malang, Budi Sulistio (41). Budi mengaku kaget dan baru menyadari bahwa produk Indonesia banyak yang berkualitas, itu ditemukannya di acara PPI 2013 Bandung.

“Aku sedang ada kegiatan bisnis di Bandung, mendapatkan informasi ada pameran, jadi penasaran. Wah, luar biasa, yang seperti ini harusnya terus gencar dilakukan, karena faktanya banyak produk Indonesia yang tak kalah bahkan lebih bagus dibandingkan produk impor,” tegasnya.

Pengunjung pameran pun berharap acara ini semakin sering dilakukan, dengan skala yang lebih besar dan waktu yang lama. Seperti yang disampaikan H. Yusuf (45) dari Jakarta. “Kalau bisa, acaranya satu minggu dan jumlah peserta pamerannya semakin banyak, sehingga kami bisa memilih-milih dengan leluasa,” ujarnya.

Pameran ini sendiri tidak mentargetkan jumlah penjualan, tetapi lebih kepada upaya menumbuhkan kecintaan masyarakat untuk menggunakan produk karya anak bangsa. Dengan upaya tersebut diyakini dapat mendorong kemandirian industri dalam negeri.

Sementara, salah satu peserta pameran yaitu produsen Batik Sekar Jati Jombang, Ririn Asih Pindari, mengaku senang dengan acara PPI ini. Dia pun berharap acara seperti ini sering dilakukan di berbagai kota besar di Indonesia. “Kementerian Perindustrian sering mengundang kami. Ini tentu sangat membantu untuk terus berkembang. Saya berharap kegiatan seperti ini sering dilakukan dan lebih besar lagi,” tegasnya.

Ririn pun mengaku dia menargetkan sekitar 30 hingga 50 pembeli baru untuk semua produknya. “Pembeli kami memang khusus, ini kan batik tenun asli yang bahannya berasal dari alam. Yang datang ke sini pun banyak pelanggan lama. Di sini aku targetkan dapat 50 pelanggan baru, sudah banyak itu, karena proses produksinya lama. Saat ini ada 20 orang pengrajin batik di Jombang yang bekerja. Satu orang paling cepat dapat memproduksi satu kain saja per bulannya,” jelasnya.

Hari ketiga acara PPI 2013 di Bandung diisi oleh acara coaching dan talkshow oleh Komunitas fotografi Preanger Amateur Fotograafen Vereeneging (PAF) pada jam 13.00-14.00 WIB. Selanjutnya, ada acara yang diisi oleh Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (AKSI) jam 16.00 WIB. Selain hiburan dan berbelanja, ada kegiatan edukasi yang sangat bermanfaat, diberikan panitia kepada pengunjung.Suasana pameran pun sangat meriah. Diiringi alunan musik dan disertai berbagai acara yang menghibur, pengunjung dan peserta pameran semakin dimanjakan.