Industri Otomotif Diminta Dukung Transportasi Publik

Perlu Pengembangan Riset

Senin, 30/09/2013

NERACA

Jakarta - Untuk saat ini industri otomotif dalam negeri sedang berkembang pesat karena ditunjang dari tingginya permintaan masyarakat. Akan tetapi industri otomotif tanah air hingga kini belum mendukung penyediaan kendaraan umum untuk melengkapi sarana transportasi di Indonesia. Semestinya industri otomotif yang ada di dalam negeri ikut mendukung penyediaan kendaraan umum untuk melengkapi sarana transportasi.

Direktur Bina Sarana Transportasi Perkotaan Kementerian Perhubungan, Djoko Sasono mengatakan industri otomotif tanah air harus mendukung penyediaan kendaraan umum untuk melengkapi sarana transportasi di Indonesia. Menurut dia, industri otomotif jangan hanya fokus pada produksi kendaraan pribadi.

“Kita harus punya industri otomotif yang mendukung penyelenggaraan, penyediaan sarana transportasi atau kendaraan umum di Indonesia. Jadi industri otomotif juga harus mendukung pembenahan sarana transportasi,” kata Djoko Sasono di Jakarta, akhir pekan lalu.

Djoko mencontohkan produksi bus, truk, dan beberapa jenis kendaraan lain yang bisa digunakan sebagai kendaraan umum. Adanya produksi kendaraan umum dari dalam negeri membuat Indonesia tak perlu mengimpor kendaraan umum dari luar negeri. Ia mencontohkan saat Indonesia membeli Zhong Tong dari Cina. Jika Indonesia sudah memproduksi sendiri, tak usah lagi membeli dari Cina. “Kita bisa menghemat devisa karena tidak usah impor,” katanya.

Djoko menilai jika produksi kendaraan umum dimulai dari sekarang, Indonesia bisa meriset dan mengembangkan produksi kendaraan umum untuk skala besar pada masa depan. Dengan begitu, menurut dia Indonesia akan untung. “Kita bisa mulai meneliti dan riset untuk pengembangan industri kendaraan umum,” katanya.

Di tempat berbeda,ahli manajemen inovasi dari Universitas Indonesia, Ali Berawi memaparkan pemerintah seharusnya tetap fokus membangun transportasi publik yang bersifat massal. Setelah publik mendapat sarana transportasi yang layak, kebijakan mobil murah baru bisa dilaksanakan. ''Fokus utama pemerintah tetap transportasi publik.

Apabila transportasi massal belum tersedia dengan baik, masalah kemacetan tak akan selesai. Bahkan, kata dia, kemacetan semakin menjadi-jadi setelah munculnya kebijakan mobil murah. Ali menyadari, mobil merupakan kebutuhan publik dan masyarakat berhak memilikinya. Meski begitu, dia menyarankan agar kebijakan mobil murah menjadi prioritas kedua setelah transportasi massal dibangun. Kebijakan mobil murah, kata dia, juga harus diikuti dengan mengurangi mobil impor dan mendukung pengadaan mobil nasional.

Sekretaris Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Eddy Sumedi menilai, seharusnya pemerintah memperbaiki sarana untuk mengatasi kemacetan. "Sebenarnya, alokasi anggaran sarana prasarana jalan itu sekitar 10 % dari pendapatan asli daerah, tapi pemerintah baru memanfaatkan satu persennya," ujar Eddy.

Sarana jalan, jelas dia, seharusnya mengikuti perkembangan industri otomotif. Apalagi, berkembangnya industri otomotif menambah lapangan pekerjaan. Perusahaan komponen otomotif menyerap tenaga kerja lebih banyak tiga kali lipat dibandingkan industri lain-ini belum termasuk tenaga informal, tenaga penyalur, hingga diler.

Oleh karena itu, Eddy menegaskan, LCGC tak bisa dilarang karena bisa menekan tingkat pengangguran di Indonesia pada 2013 yang masih tujuh juta jiwa. Industri otomotif di Indonesia harus maju seperti di Thailand yang bisa memberi dampak positif pada perekonomian negara itu.

Sistem Transportasi

Sekedar informasi bagi sebuah negara, trasportasi menjadi salah satu elemen yang memegang peranan penting dalam rangka mensejahterakan rakyatnya. Sebelumnya perlu kita pahami terlebih dahulu pengertian transportasi secara umum adalah kegiatan mengangkut maupun memindahkan sesuatu dari tempat yang satu ke tempat lain.

Sistem transportasi baik itu darat, laut maupun udara yang menjadi urat nadi pembangunan suatu wilayah selalu berhubungan erat dengan kemajuan teknologi. Seperti negara-negara pada umumnya, perkembangan transportasi darat di Indonesia tidak bisa lepas dari sejarah transportasi itu sendiri. Mengenai topik ini, kita bisa menemukannya melalui artikel, makalah maupun dokumentasi lainnya yang telah banyak diterbitkan.

Jika menilik sejarah perkembangan teknologi transportasi darat di tanah air, berbagai sumber menyebutkan bahwa hal ini berkaitan langsung dengan situasi politik yang sedanga berjalan di masa itu. Bila sebelumnya masyarakat kita akrab sekali dengan kendaraan tradisional seperti kuda, pedati, gerobak, andong serta becak sebagai angkutan pribadi, angkutan barang maupun massal, lambat laun kendaraan seperti ini mulai tergantikan. Pergerakan zaman dengan laju teknologi dan tentunya tak lepas dari campur tangan rezim penguasa menjadi kekuatan yang tak terbendung.

Pelan tapi pasti kendaraan-kendaraan seperti sepeda kayuh, sepeda motor, mobil serta kereta api hadir memenuhi jalan-jalan diseluruh tanah air. Perlu diketahui bahwa kedatangan bangsa Belanda yang telah menjajah rakyat Indonesia sedikit banyak turut memelopori perkembangan teknologi transportasi darat kita.