Asia Perlu Atasi Kelemahan Struktural - Allianz Global Wealth Report

NERACA

Jakarta - Hasil penelitian Allianz Global Wealth Report menyebutkan, Asia masih perlu mengatasi kelemahan strukturalnya. Sebuah analisa jangka panjang menegaskan peran Asia sebagai kawasan dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Sejak tahun 2000, aset keuangan bersih Asia (kecuali Jepang) tumbuh rata-rata 14% per tahun.

“Sementara kawasan berkembang lain seperti merika Latin 11,6% atau Eropa Timur 11,0%. Juga aset keuangan rata-rata bersih per kapita di tahun 2012 tercatat paling tinggi di Asia (kecuali Jepang) sebesar total EUR 3.650 dibandingkan negara-negara berkembang lain di dunia,” ujar Chief Economist Allianz, Michael Heise dalam siaran persnya di Jakarta, pekan lalu.

Namun, kata dia, semua negara dengan pertumbuhan kredit yang tinggi tidak dapat disamaratakan. Di Indonesia, tingkat pertumbuhan yang jauh di atas rata-rata sebesar 23,9% per tahun sejak tahun 2007, tidak lepas dari fakta bahwa jumlah orang yang mendapatkan akses kredit formal pertama kali telah meningkat secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir.

Secara gamblang, aspek ini didasari oleh rasio hutang terhadap GDP yang masih cukup rendah yaitu 16%. Adanya kemajuan dalam memperdalam akses keuangan dan pembentukan sistem keuangan efisien secara bertahap tercermin dengan menurunnya proporsi deposito bank di dalam rata-rata portfolio, meskipun angkanya masih sedikit di atas 50%.

Michael, mengatakan negara di Asia kecuali Jepang, mencatat pertumbuhan sebesar 16,7% jauh diatas rata-rata global. Ketika wilayah makmur seperti AS dan Eropa tahun lalu bisa kembali ke situasi normal, saat yang sama Asia sudah 70% dari puncak kejayaan di tahun 2007. “Asia telah mengatasi krisis keuangan global dengan baik hingga saat ini, Namun demikian, perkembangan terakhir menunjukan bahwa Asia tidak kebal terhadap gejolak keuangan,” imbuh Michael.

Tahun lalu, total aset keuangan bruto meningkat 21% dan berkat pertumbuhan pinjaman yang masih di bawah rata-rata (18,6%), aset keuangan bersih menjadi meningkat 22%. Ini artinya kekayaan bersih rata-rata orang Indonesia meningkat menjadi EUR 695; namun, seperti di kebanyakan Negara berkembang lainnya, distribusi sebenarnya masih belum merata. seperti di tahun-tahun sebelumnya, “Allianz Global Wealth Report” memisahkan pemilik aset ke dalam tiga kategori kekayaan global.

Kelas menengah meliputi semua individu dengan aset antara EUR 4.900 dan EUR 29.200. Kelas bawah, adalah semua individu dengan aset keuangan bersih di bawah ambang batas EUR 4.900, sedangkan kelas atas adalah mereka yang memiliki aset keuangan bersih lebih dari EUR 29.200. “Meskipun krisis menyebabkan tumbuhnya individu kelas bawah di negara-negara yang ekonominya sudah maju, namun pertumbuhan di negara-negara yang lebih miskin terasa lebih menggembirakan; di sini muncul tren bertumbuhnya individu kelas menengah. Tahun lalu saja tercatat tumbuh sebanyak 140 juta jiwa, dan sebagian besarnya terdapat di Cina,” imbuh dia.

Artinya kondisi kelas menengah global telah berubah dengan sangat mencolok: di tahun 2000, hampir 60% dari anggotanya masih berasal dari Amerika Utara atau Eropa Barat. Saat ini, lebih banyak di Asia dan populasi kelas menengah di Amerika Utara dan Eropa Barat telah jatuh di bawah angka 30%.

Menurut Allianz Global Wealth Report, aset keuangan bruto rumah tangga secara global naik sebanyak 8,1% pada tahun 2012. Hal ini mendorong total aset keuangan global ke rekor baru sebesar EUR111 triliun, selain itu pertumbuhan hutang tetap terkendali sebesar 2,9% di 2013. Rasio utang global turun menjadi 65,9% dibandingkan tahun 2009 sebesar 71,6%. [sylke]

Related posts