Chandra Asri Raup Laba Bersih US$4,32 Juta

NERACA

Jakarta-PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA), produsen kimia mencatatkan laba bersih US$4,32 juta atau sekitar Rp47,5 miliar sepanjang enam bulan pertama tahun ini atau melonjak 108,37% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Infomasi tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan resminya di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Kenaikan laba bersih itu ditopang pertumbuhan pendapatan bersih yang naik 4,89% menjadi US$1,21 miliar atau sekitar Rp13,3 triliun. Laba kotor yang dicatatkan perseroan juga mengalami kenaikan dari US$1,7 juta menjadi US$37,7 juta. Sejalan dengan itu, laba per saham dasar naik dari rugi US$0,017 menjadi laba US$0,001.

Manajemen PT Chandra Asri Petrochemical Tbk sebelum mengaku akan meningkatkan kinerja perseroan dengan pengembangan usaha yang digelutinya. Yang teranyar, perseroan akan melakukan pembangunan fasilitas produksi naphta cracker dengan Toyo Engineering Corporation. Pembangunan fasilitas produksi untuk kerja sama ini ditaksir akan menelan dana sekitar US$380 juta. Dana tersebut antara lain akan disokong dari pinjaman dan ekuitas.

Targetnya, pembangunan fasilitas produksi Naptha Cracker dapat meningkatkan kapasitas hingga sebesar 43%. Dari pembangunan fasilitas produksi Naptha Cracker, perseroan berencana meningkatkan produksi berbagai produk petrokimia CAP. Selain itu, perseroan juga menargetkan peningkatan kapasitas produksi Ethylene menjadi 860 ribu ton per tahun dari kondisi saat ini sebesar 600 ribu ton per tahun.

Sementara untuk kapasitas produksi Propylene juga akan ditingkatkan sebesar 150 ribu ton menjadi 470 ribu ton per tahun, produksi Py-Gas meningkat sebesar 120 ribu ton menjadi 400 ribu ton per tahun dan Mixed C4 meningkat sebesar 95 ribu ton menjadi 315 ribu ton per tahun.

Wakil Presiden Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, Paramate Nisagornsen mengatakan, peningkatan kapasitas produksi tersebut dilakukan dengan menambah furnaces (tungku), serta mengubah dan memodifikasi peralatan utama pada pabrik yang berlokasi di Cilegon, Banten. Peningkatan kapasitas produksi Naphtha Cracker ini sekaligus merupakan bagian dari rencana strategis CAP untuk memperkuat posisi perseroan sebagai industri petrokimia terintegrasi di Indonesia dan regional.

BERITA TERKAIT

Merdeka Copper Raup Dana Rp 1,33 Triliun - Terbitkan Saham Baru

NERACA Jakarta – Eksplorasi tambang emas PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) makin lebih leluasa dan agresif seiring dana segar…

CPRO Incar Penjualan Ekspor US$ 100 Juta

NERACA Jakarta – Sampai dengan akhir tahun 2018, PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) menargetkan penjualan ekspor udang olahan mencapai…

Menaker Klaim Fasilitasi Penempatan Kerja 8 Juta Orang

    NERACA   Bekasi - Kementerian Ketenagakerjaan mengklaim telah memfasilitasi penempatan kerja kepada delapan juta lebih angkatan kerja dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rights Issue Perkuat Struktur Modal FREN

Danai pelunasan utang dan juga belanja modal, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) berencana untuk meningkatkan modal dasar melalui mekanisme penerbitan…

RIMO Catatkan Laba Bersih Rp 83,81 Miliar

NERACA Jakarta - Di semester pertama 2018, PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) mencatatkan laba bersih sebesar Rp83,81 miliar  atau naik 175,14%…

FIF Terbitkan Obligasi Rp 1,3 Triliun

Perkuat modal, anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) yang bergerak di bidang pembiayaan, yakni PT Federal International Finance (FIF)…