Tutup Tahun, Empat Perusahaan Go Public

Senin, 30/09/2013

NERACA

Jakarta - Jelang akhir tahun 2013, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan ada empat perusahaan telah melakukan proses untuk melaksanakan pelepasan saham ke publik melalui mekanisme penawaran umum saham perdana (IPO), “Ada empat perusahaan yang telah melakukan paparan secara internal ke BEI, yakni PT Blue Bird, PT Soechi Lines, PT Sawit Sumbermas Sarana, PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo,”kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia menuturkan, keempat perusahaan tersebut mengajukan laporan keuangan periode Juni 2013 sebagai salah satu syarat pelaksanaan IPO. Jika proses IPO lancar maka pencatatan saham perusahaan itu diperkirakan dilaksanakan pada tahun ini. Umumnya, pelepasan saham ke public sekitar 20-30% dari modal disetor.

Kata Hoesen, Blue Bird merupakan perusahaan transportasi, rencananya akan melepas 20—25% kepemilikan sahamnya dengan penjamin emisi PT Danareksa Sekuritas, PT Credit Suisse Securities, dan PT UBS Securities Indonesia. Kemudian, PT Soechi Lines yang bergerak di bidang usaha perdagangan, jasa, pengangkutan, perindustrian, percetakan, pertanian, dan perbengkelan yang akan melepas 25—30% kepemilikan saham, penjamin emisi PT Mandiri Sekuritas dan PT RHB OSK Securities Indonesia.

Selanjutnya, PT Sawit Sumbermas Sarana yang bergerak di bidang pertanian, perdagangan, pemborongan, industri, jasa dan percetakan. Merencanakan untuk melepas 15—20% sahamnya dengan penjamin emisi PT Mandiri Sekuritas, PT BNP Paribas Indonesia, dan PT RHB OSK Securities Indonesia.

Terakhir PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo dengan bidang usaha industri kemasan percetakan offset dan karton gelombang. Berencana melepas 25—30% sahamnya, pihak penjamin emisi yakni PT NISP Sekuritas. Sebelumnya ada PT Link Net yang merupakan anak usaha PT First Media Tbk (KBLV) bakal go public. Namun mundur lantaran laporan keuangan yang digunakan telah melewati masa tenggang dari tanggal audit (buku) laporan keuangan yang digunakan. “Awalnya kita pakai buku Maret 2013. Proses selesainya audit agak telat, sesuai peraturan yang ada tidak keburu untuk IPO karena telah berlalu enam bulan.” kata Direktur KBLV, Harianda Noerlan.

Menurut dia, untuk saat ini perseroan belum dapat memastikan pelaksanaan IPO anak usahanya tersebut dan besaran jumlah saham yang akan dilepas. Padahal sebelumnya, pelaksanaan IPO PT Link Net diperkirakan dapat dilaksanakan pada Oktober 2013 dengan target dana yang dibidik sekitar Rp500 miliar. “Yang jelas kita mundur. Kita belum tahu nantinya akan memakai buku apa, bisa Juni, Juli ataupun Oktober. Tahun ini apa tahun depan kita juga belum tahu,” jelasnya.

Sementara Direktur Capital Market Mandiri Sekuritas, Laksono Widodo pernah bilang, minat perusahaan untuk melakukan penawaran umum perdana saham hingga akhir tahun ini masih cukup positif, “Untuk IPO masih baik, tapi obligasi tampaknya sulit karena tingginya inflasi,\" ujar dia.

Menurut dia, pasar saham yang sedang bergejolak masih memungkinkan perusahaan melakukan IPO, karena pasar saham tidak selamanya mengalami penurunan, ada kalanya pasar positif. (bani)