Bank Mandiri Telah Salurkan KUR Hingga Rp6,3 T - Mendorong Pertumbuhan Usaha Kecil

Palembang - Bank Mandiri terus meningkatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendorong pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi (UMKMK). Sejak pertama kali diluncurkan sampai dengan 30 Juni 2011, Bank Mandiri beserta anak perusahaannya Bank Syariah Mandiri (BSM) telah menyalurkan KUR hingga Rp6,3 triliun.

Mayoritas penyaluran KUR ditujukan kepada pengembangan “tradeable sector” antara lain sektor hulu pertanian dan industri, sedang sisanya disalurkan untuk pengembangan “non tradeable sector” seperti sektor perdagangan. Khusus periode Januari-Juni 2011, penyaluran KUR Bank Mandiri dan Bank Syariah Mandiri telah mencapai Rp1,93 triliun atau 53,2% dari total target 2011 sebesar Rp3,6 trilyun.

Untuk menegaskan komitmen pengembangan UMKMK, di Griya Agung Istana Gubernur Sumatera Selatan, kemarin, Bank Mandiri kembali menyalurkan KUR Linkage sebesar Rp325,26 miliar kepada 6.233 petani kelapa sawit untuk pembangunan kebun seluas 10.376 hektar yang tergabung dalam 11 koperasi.

Koperasi-koperasi tersebut merupakan binaan beberapa perusahaan inti diantaranya Matahari Kahuripan Group dan Incasi Raya Group. Pada kesempatan ini juga diserahkan secara simbolis fasilitas KUR kepada 15 debitur individual kelolaan Bank Mandiri dan Bank Syariah Mandiri dengan total limit sebesar Rp 2,51 Miliar.

Penyerahan KUR di Sumatera Selatan diserahkan oleh Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini dan Direktur Utama Bank Syariah Mandiri Yuslam Fauzi yang disaksikan oleh Deputi Menteri Perekonomian bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Erlangga Mantiq dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan Eddy Yusuf.

Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan program yang bertujuan untuk mengakselerasi pertumbuhan sektor riil melalui pemberdayaan usaha mikro kecil menengah dan koperasi.

Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini mengatakan, Bank Mandiri optimis target penyaluran KUR di tahun 2011 yang telah ditetapkan pemerintah dapat dicapai, mengingat saat ini masih terdapat calon debitur KUR baik di sektor hulu maupun hilir yang sedang diproses permohonannya.

”Kami melihat bahwa KUR merupakan bagian dari komitmen Bank Mandiri untuk mendorong pemberdayaan UMKMK yang memiliki potensi sangat besar. Upaya pengembangan UMKMK perlu dilakukan secara fokus karena sektor ini memiliki karakteristik bisnis yang membutuhkan penanganan tersendiri.” Kata Zulkifli.

Upaya pencapaian target KUR dilakukan dengan dua strategi, yaitu dengan pola linkage dan penyaluran secara individual. Penyaluran pola linkage di sektor pertanian dan non pertanian dilakukan dengan melibatkan perusahaan mitra sebagai pembimbing teknis dan pembeli hasil usaha (off taker), sehingga keberhasilan usaha menjadi lebih terjamin. Perusahaan mitra merupakan debitur Commercial dan Corporate Banking Bank Mandiri yang dinilai berpengalaman dan mampu menjalankan perannya sebagai mitra dengan baik. Hasilnya, hingga saat ini Bank Mandiri berhasil menjaga kualitas KUR tetap baik dengan angka non performing loan (NPL) di bawah 1%.

Direktur Commercial & Business Banking Bank Mandiri Sunarso menambahkan bahwa strategi penyaluran KUR secara linkage kepada sektor hulu pertanian dapat membantu meningkatkan aksesbilitas petani terhadap pemodalan untuk berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional melalui pengembangan industri berbasis pertanian, demikian juga dalam rangka perluasan lapangan kerja.

“UMKMK merupakan sektor yang banyak menyerap tenaga kerja dan menjadi penopang ekonomi sebagian besar bangsa Indonesia. Kami ingin pengusaha di sektor ini dapat terbantu melalui pembiayaan yang diberikan, sehingga usahanya dapat terus berkembang dan memberi dampak positif bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Maka dari itu kami akan terus menjadikan KUR sebagai bagian dari rencana strategis Bank Mandiri dalam pengembangan UMKMK secara keseluruhan,” ujar Sunarso .

Bank Mandiri menyalurkan KUR Mikro dengan limit maksimal per nasabah sebesar Rp 20 juta dan KUR Retail dengan limit di atas Rp 20 juta sampai dengan Rp 500 juta. Untuk KUR Mikro dilayani di lebih dari 1.000 jaringan kantor Bank Mandiri sedangkan KUR Retail dilayani di 190 jaringan kantor Bank Mandiri.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Syariah Mandiri, Yuslam Fauzi mengemukakan, penyaluran KUR merupakan bukti komitmen Bank Syariah Mandiri untuk ikut berperan aktif dalam mengembangkan sektor UMKMK yang dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Per Mei 2011 total pembiayaan yang telah disalurkan Bank Syariah Mandiri sebesar Rp 28,50 triliun dengan komposisi non korporasi dan korporasi sebesar 69,03% dan 30,97%. Sebagai dukungan kepada UMKMK, setiap tahun Bank Syariah Mandiri menggelar “BSM UMKM Award”, yaitu penghargaan kepada industri UMKMK binaan yang berprestasi.

BERITA TERKAIT

Bank Banten Luncurkan 'Kredit Usaha Bangun Banten'

Bank Banten Luncurkan 'Kredit Usaha Bangun Banten' NERACA Serang - Bank Pembangunan Daerah Banten (Bank Banten) selaku Bank milik pemerintah…

MLJ Tawarkan Kupon Bunga Hingga 9% - Rilis Project Bond Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Dana pengembangan bisnis dan termasuk pelunasan investasi kredit, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) melalui anak perusahaan,…

64 Bank Terdampak Status Gunung Agung

  NERACA Bali - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sebanyak 64 bank umum dan bank perkreditan rakyat terdampak status awas…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Diyakini Tahan Suku Bunga Acuan

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) diyakini akan menahan kebijakan bunga acuan "7-Day Reverse Repo Rate" di…

OCBC NISP Yakin Pertumbuhan Kredit Dua Digit

  NERACA   Jakarta - PT OCBC NISP Tbk meyakini penyaluran kredit akan membaik pada triwulan IV/2017 sehingga mampu mencapai…

Utang Luar Negeri Naik 4,7%

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) naik 4,7 persen (year on year)…