Jasa Marga Catatkan Obligasi Rp2,1 Triliun

Senin, 30/09/2013

NERACA

Jakarta-PT Jasa Marga Tbk (JSMR) akan mencatatkan obligasi berkelanjutan I tahap I Tahun 2013 senilai Rp 2,1 triliun pada PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Rencananya, pencatatan tersebut akan dilakukan pada 30 September 2013. Informasi tersebut disampaikan dalam keterangan resmi PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, pada akhir pekan kemarin.

Disebutkan, obligasi berkelanjutan I Jasa Marga Tahap I Tahun 2013 terdiri atas tiga seri dengan tingkat suku bunga 8,4%-8,9% per tahun. Rinciannya, Seri A diterbitkan senilai Rp700 miliar dengan tingkat bungga tetap 8,4% per tahun dan memiliki jangka waktu 370 hari. Penerbitannya dilakukan pada 27 September 2013 dan akan jatuh tempo pada 2 Oktober 2014 dengan pembayaran bunga setiap tiga bulan. Dijadwalkan, perseroan akan melakukan pembayaran bunga pertama pada 27 Desember 2013.

Adapun untuk Seri B, senilai Rp400 miliar dengan suku bunga tetap 8,7% per tahun, dan memiliki jangka waktu tiga tahun. Tanggal penerbitan pada 27 September 2013, dana akan jatuh tempo pada 27 September 2016 dengan pembayaran bunga setiap tiga bulan. Pembayaran bunga pertama akan dilakukan pada 27 Desember 2013.

Sementara Seri C senilai Rp1 triliun dan memiliki tingkat suku bunga tetap 8,9% per tahun dengan jangka waktu lima tahun. Tanggal penerbitan pada 27 September 2013 dan akan jatuh tempo pada 27 September 2018 dengan pembayaran bunga setiap tiga bulan sekali. Pembayaran bunga pertama pada 27 Desember 2013.

Obligasi yang diterbitkan ini memperoleh peringkat idAA (double A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Obligasi ini tidak dijamin dengan agunan khusus, namun dijamin dengan seluruh harta kekayaan perseroan.

Dana hasil penawaran obligasi ini antara lain akan digunakan untuk pelunasan obligasi perseroan, kegiatan pengembangan usaha, dan modal kerja. Manajemen perseroan sebelumnya mengaku tengah menggarap beberapa ruas tol. Targetnya, tiga ruas tol di antaranya siap dioperasikan pada akhir tahun ini. Ketiga ruas tol tersebut, yakni tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa 10 km. Kemudian tol Semarang-Solo seksi 2, dan sambungan JORR 1 (Kebun Jeruk-Ciledug-Meruya).

Sementara untuk rencana ruas tol baru, ada potensi sekitar 215 km ruas tol pada 2015. Dari program pemerintah ada Medan-Kuala Namu 60 km, Trans Sumatera 27-30 km, kemudian di Kalimantan dan Jawa. Dalam pengerjaan proyek tol ini perseroan mendapat dukungan dana dari konsorsium dalam mengerjakan sembilan proyek jalan tol yang merupakan proyek multiyears senilai Rp25 triliun.

Walaupun perseroan memiliki alokasi belanja modal konsolidasi Rp6,9 triliun. Namun berpotensi dana yang terserap bisa tembus Rp7 triliun lebih, “Pembangunan jalan tol itu kan bukan hanya setahun saja. Ini multiyears. Karena itu dana perseroan di tahun sebelumnya juga terpakai sekaligus di tahun ini. Namun kami pastikan sindikasi bank dari proyek yang tengah berjalan sudah ada,” kata Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk, Adityawarman.