Manfaat APEC

Senin, 30/09/2013

Oleh: Prof. Firmanzah, PhD

Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan

Setelah 20 tahun berselang, Indonesia kembali menjadi Ketua APEC pada tahun ini. Selain itu, Indonesia juga menjadi tuan rumah KTT APEC di Bali pada 5-7 Okt. 2013. Sepanjang tahun ini, sejumlah pertemuan baik di tingkat Senior Official Meeting (SOM) atau pada tingkat Menteri telah dilakukan di sejumlah kota seperti Medan, Surabaya, Jakarta, Bali, Makasar, Solo dan Yogyakarta.

Sejumlah agenda dan isu pembangunan juga dibahas dari mulai perdagangan, investasi, UKM, infrastruktur, pembangunan berkelanjutan, pariwisata, ketahanan pangan dan energi. Selama pelaksanaan KTT APEC, Indonesia juga berkesempatan memperjuangkan kepantingan nasional melalui kerjasama bilateral dengan sejumlah negara mitra-strategis.

Bagi Indonesia, menjadi ketua dan tuan rumah APEC 2013 merupakan kesempatan untuk memperjuangkan kepentingan nasional di tingkat multilateral. Seperti kita ketahui, 70% nilai ekspor Indonesia masuk ke sejumlah negara anggota APEC. Selain itu juga, sejumlah negara investor terbesar di Indonesia seperti Jepang, Amerika Serikat, Singapura, dan Korea Selatan juga menjadi anggota APEC. Peran aktif Indonesia selama menjadi ketua dan tuan rumah KTT APEC pada akhirnya akan berdampak positif baik dari sisi peningkatan perdagangan maupun investasi domestik.

Di tengah gejolak pasar keuangan global, Indonesia berkomitmen untuk memperbaiki posisi neraca perdagangan. Strategi mengurangi defisit neraca perdagangan dilakukan melalui peningkatan nilai ekspor maupun peningkatan nilai tambah proses produksi dalam negeri. Peningkatan ekspor dilakukan tidak hanya mencari pasar baru tujuan ekspor tetapi juga penguatan pasar yang saat ini dikuasai oleh Indonesia. Dalam hal ini, penguatan pasar ekspor di sejumlah negara Asia Pasifik akan terus dilakukan melalui kerangka kerjasama APEC.

Dari sisi peningkatan nilai tambah, strategi yang ditempuh adalah mempercepat pembangunan infrastruktur dan peningkatan investasi di sektor riil. Selain menggunakan anggaran APBN dan belanja Capex BUMN, pemerintah juga aktif mengembangkan skema public private partnership (PPP) dalam pembangunan infrastruktur. Agenda pembangunan infrastruktur telah menjadi isu penting selama pelaksanaan KTT APEC di Bali. Bahkan, negara-negara APEC sepakat membentuk yang disebut PPP-Center di Indonesia. Hadirnya lebih dari 1.200 CEO selama pelaksanaan CEO Summit di Bali juga merupakan momentum untuk menawarkan sejumlah peluang bisnis di Indonesia.

Sejumlah kesepakan di luar perdagangan dan investasi juga merupakan peluang bagi kita semua untuk membuat Indonesia menjadi lebih berdaya saing. Misalnya, kesepakatan regional untuk memberdayakan sektor UKM pada akhirnya akan bermanfaat bagi pengembangan usaha, kemampuan produksi dan pasar UKM di Indonesia. Pembahasan tentang penanggulangan bencana alam, pemberantasan korupsi, dan pencegahan tindak terorisme di kawasan Asia Pasifik juga bermanfaat bagi terciptanya stabilitas kawasan. Dengan semakin stabilnya kawasan Asia Pasifik tentunya akan berdampak positif bagi perekonomian nasional.

Topik Terkait

jelaskan manfaat APEC