Penerimaan BC Terealisasi Rp110,6 Triliun - Per 23 September 2013

NERACA

Jakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan bea dan cukai per 23 September 2013 mencapai Rp110,6 triliun atau 72,2% dari target dalam APBN-Perubahan sebesar Rp153,15 triliun. Melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (26/9), Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai, Susiwijono Moegiarso, menjelaskan target tersebut sedikit di bawah target internal Ditjen Bea dan Cukai sebesar Rp111,6 triliun.

Dari realisasi sebesar Rp110,6 triliun tersebut, penerimaan bea masuk mencapai Rp21,75 triliun atau 70,62% dari target sebesar Rp30,81 triliun, cukai mencapai Rp78,59 triliun atau 75,04% dari target Rp104,72 triliun dan bea keluar Rp10,25 triliun atau 58,26% dari target Rp17,6 triliun.

Hanya penerimaan cukai yang melebihi target internal yang ditetapkan yaitu dari perkiraan pada 23 September ini mencapai Rp76,36 triliun, realisasinya telah mencapai Rp78,59 triliun atau kelebihan sekitar 2,91%. Peningkatan penerimaan cukai tersebut diakibatkan oleh adanya kecenderungan peningkatan volume produksi hasil tembakau dan kenaikan tarif cukai pada 2013, sehingga pada akhir tahun diperkirakan penerimaan dari sektor ini akan melampaui target.

Hingga akhir September, Ditjen Bea dan Cukai juga mencatat penerimaan dari pajak dalam rangka impor (PDRI) sebesar Rp128,82 triliun yang terdiri atas PPN impor Rp96,04 triliun, PPn BM impor Rp5,83 triliun dan PPh pasal 22 impor sebesar Rp26,94 triliun. [ardi]

BERITA TERKAIT

Pemerintah Yakin Dana Amnesti Pajak Tidak Kembali ke Asing

    NERACA   Jakarta - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menyatakan hingga masa penahanan dana (holding period)…

Eksploitasi Air Tanah Sebabkan Penurunan Tanah Jakarta

    NERACA   Jakarta - Penurunan tanah (landsubsidence) di DKI Jakarta salah satu faktornya adalah disebabkan eksploitasi air tanah…

Internet Lambat Ikut Hambat Bisnis

    NERACA   Jakarta - Lembaga riset global Legatum Institute mengungkapkan bahwa koneksi internet yang lambat dan bandwidth jaringan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Haris Azhar Bakal Laporkan Majelis Hakim PT Jakarta ke KY dan Bawas - Diduga Tak Periksa Berkas Banding

      NERACA   Jakarta - Jaksa berprestasi Chuck Suryosumpeno tidak pernah lelah untuk menuntut keadilan hukum di Indonesia.…

ITDC Fokus Kembangkan The Mandalika - Katalisator Pembangunan Ekonomi NTB

    NERACA   Jakarta - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan…

UMP 2020 Disebut Masih Mengacu PP 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan

    NERACA   Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyebutkan besaran upah minimum provinsi (UMP) untuk 2020 diperkirakan masih…