OJK Ingatkan Bakrieland Untuk Terbuka - Pembayaran Utang Rp 1,5 Triliun

NERACA

Jakarta – Masih berlanjutnya perseteruan hukum antara Bank of New York dengan PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) angkat suara lantaran dampaknya terhadap investor sebagai pemegang saham perseroan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida mengatakan, pihak Bakrieland selaku perusahaan publik sudah seharusnya memberikan laporan secara terbuka kepada publik. Hal itu agar investor tahu keberlangsungan perusahaan yang dimaksud, “Ketentuannya sudah jelas di peraturan OJK setiap kejadian penting atau kondisi yang bisa mempegaruhi publik itu wajib diungkap ke publik,”katanya di Jakarta, Kamis (26/9).

Menurut dia, keterbukaan informasi publik itu perlu dilakukan sejauh hal-hal yang berkaitan berpengaruh terhadap pasar. Nurhaida mengaku jika pihak Bakrieland sudah melapor ke OJK terkait hal ini.\"Ke OJK tentunya sudah ya. Kalau di OJK kan sifatnya pengawas jadi kita tetap mengawasi terkait dengan disclose-nya,\" kata dia.

Namun, kata Nurhaida, pihak OJK tidak bisa melakukan intervensi secara lebih jauh terkait kasus utang ini. Semua diserahkan ke perusahaan yang bersangkutan. \"Karena kan masalah yang pengadilan sudah ada di pengadilan yang penting semua keputusan pengadilan semua kejadian penting harus dilaporkan ke OJK dan diungkap ke publik, kalau sudah di pengadilan gitu kan artinya kelanjutan dan lain-lainnya di pengadilan ya, kalau pun tidak puas ya kan ada mekanismenya, dan itu semuanya memang ada di pengadilan,\" tandasnya.

Sebelumnya, manajemen PT Bakrieland Development Tbk angkat bicara dan menegaskan berencana akan mengedepankan upaya negosiasi dalam proses restrukturisasi equity linked bonds (ELB) senilai US$ 155 juta. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta kemarin.

Disebutkan, perseroan beritikad baik dan tetap mengedepankan upaya negosiasi dengan intikad baik tanpa merugikan pihak manapun. Equity linked bonds atau obligasi yang dijamin dengan saham tersebut diterbitkan oleh anak usaha perseroan, BLD Investment Pte Ltd di Singapura.

Asal tahu saja, Bank of New York Mellon melalui cabangnya di London yang bertindak sebagai trustee mengajukan gugatan pailit terhadap PT Bakrieland Development Tbk ke PKPU di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat lantaran gagal bayar obligasi yang jatuh tempo. Obligasi yang dijamin dengan saham tersebut diterbitkan di Singapura pada 23 Maret 2010 dan akan jatuh tempo pada 23 Maret 2015. Namun, para pemegang obligasi meminta percepatan pembayaran. (bani)

BERITA TERKAIT

Anak Usaha SOCI Lunasi Utang Ke Kreditur

Anak usaha PT Soechi Lines Tbk (SOCI), PT Multi Ocean Shipyard (MOS) telah melunasi secara tunai utangnya kepada tiga kreditur…

OJK Tetapkan DIGI Sebagai Efek Syariah

NERACA Jakarta – Emiten yang bergerak di media digital, PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) masuk dalam daftar efek syariah…

Pertamina Kekurangan Pasokan FAME untuk Program B20

NERACA Jakarta-Di tengah upaya pemerintah gencar mensosialisasikan pemakaian biodiesel, PT Pertamina (Persero) mengaku masih kekurangan pasokan fatty acid methyl eter…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rights Issue Perkuat Struktur Modal FREN

Danai pelunasan utang dan juga belanja modal, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) berencana untuk meningkatkan modal dasar melalui mekanisme penerbitan…

RIMO Catatkan Laba Bersih Rp 83,81 Miliar

NERACA Jakarta - Di semester pertama 2018, PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) mencatatkan laba bersih sebesar Rp83,81 miliar  atau naik 175,14%…

FIF Terbitkan Obligasi Rp 1,3 Triliun

Perkuat modal, anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) yang bergerak di bidang pembiayaan, yakni PT Federal International Finance (FIF)…