ACES Kembali Buyback 3,351 Juta Saham

NERACA

Jakarta - PT Ace Hardware Tbk (ACES) telah melakukan pembelian kembali saham (buyback) sekitar Rp2,49 miliar. Jumlah saham yang dibuyback sekitar 3,351 juta saham. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (26/9).

Disebutkan, transaksi buyback dilakukan pada 20-24 September 2013. Sebelumnya perseroan telah melakukan buyback sekitar 2,29 juta saham dengan transaksi sebesar Rp1,67 miliar. Transaksi itu dilakukan pada 16-18 September 2013. Perseroan berencana melakukan buyback dengan menyiapkan dana sekitar Rp34,30 miliar atau 20% dari modal disetor. Perseroan membatasi harga pembelian kembali saham pada harga di bawah Rp800 per saham.

Adapun langkah buyback ini dilakukan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa keuangan (OJK) No 2/POJK.04/2013 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik dalam Kondisi Pasar yang Berfluktusi secara Signifikan.

Sebagai informasi, pekan lalu jumlah buyback saham mencapai Rp1,24 triliun. Tercatat sebanyak 7 emiten telah melakukan buyback dan akan segera merealisasikan buyback. Pengamat pasar modal dari Universal Broker, Satrio Hutomo pernah bilang, tidak perlu seluruh BUMN melakukan buy back. Cukup BUMN yang punya kapital besar saja yang ikut melakukan buy back. Seperti Telkom, BRI, BNI dan Semen Gresik, “Jika saham-saham itu naik, dia memprediksi IHSG bisa terjaga dan naik lagi sehingga pelaku pasar akan terpancing untuk masuk lagi ke pasar modal, “ujarnya.

Sementara itu, Analis Dana reksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo menilai saat ini langkah buy back tidak lagi tepat. Menurut dia kebijakan yang dikeluarkan mendadak seperti ini menunjukan fundamental negara tidak solid. Selain itu justru makin memperlihatkan kepanikan pemerintah menghadapi kondisi ekonomi Indonesia.

Sebaliknya, Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, aksi buy back saham oleh BUMN dinilai sebagai langkah yang tepat untuk menopang indeks karena akan menjadi sentimen positif saat ini. Hanya saja, cara ini harus dilakukan secara bertahap guna mempertahankan pergerakan IHSG agar tetap naik. Menurutnya, jika semua emiten BUMN tidak bisa melakukan buyback cukup emiten BUMN yang memiliki market cap besar lakukan buyback.

Sebagai informasi, belum lama ini emiten lain yang merencanakan buyback antara lain, PT Electronic City Tbk (ECII) akan buyback 20% dari modal disetor perseroan dengan dana yang telah disiapkan sebesar Rp150 miliar.. PT Budi Starch & Sweetener Tbk (BUDI) telah merealisasikan buyback saham sebanyak 5,25 juta atau 0,23% saham dengan dana Rp521,4 juta. PT Intiland Development Tbk (DILD) menyiapkan dana sekitar Rp120 miliar untuk melakukan buyback dengan total pembelian kembali saham sebesar 20%. (bani)

BERITA TERKAIT

Saham Bank Agris Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta – Lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran atau unusual market activity (UMA), saham PT Bank Agris…

Indoritel Kantungi Pinjaman Rp 2 Triliun - Gadaikan Saham Anak Usaha

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnis, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) mengantungi pnjaman dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)…

Dafam Properti Bakal Tambah Lima Hotel Baru - Lepas Saham Ke Publik 25%

NERACA Jakarta – Meskipun ada kekhawatiran pasar properti tahun ini masih melandai, namun hal tersebut tidak mengurungkan PT Dafam Property…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

TBIG Berikan Layanan Kesehatan di Jateng

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), PT Tower Bersama InfrastructureTbk (TBIG) memberikan bantuan pangan dan…

BEI Perpanjang Suspensi GREN dan TRUB

Lantaran belum melakukan pembayaran denda, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperpanjang penghentian sementara perdagangan efek PT Evergreen Invesco Tbk (GREN)…

Bukalapak dan JNE Hadirkan Layanan JTR

Sebagai bentuk komitmen Bukalapak untuk terus berusaha memberikan layanan terbaik dan mengoptimalkan jasa layanan pengiriman barang besar yang dapat mempermudah dan…