Data Sensus Pertanian Keluar - Akhir 2013

NERACA

Jakarta – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan bahwa akhir tahun ini sebagian besar data penting terkait pertanian akan keluar. Kementerian/Lembaga terkait diharapkan dapat menjadikan data-data tersebut nantinya sebagai pijakan dalam mengambil keputusan.

“Orang ambil keputusan itu harus pakai data. Evidence based policy itu wajib. Oleh karena itu, dalam hari statistik ini, BPS terus rapatkan barisan. Permasalahan semakin besar, semakin rumit,” jelas Suryamin di Jakarta, Kamis (26/9).

Suryamin menjelaskan, Sensus Pertanian 2013 masih terus berjalan, tetapi sebagian besar datanya sudah dapat dipublikasikan pada akhir tahun ini. Sampai saat ini, data yang keluar dari hasil Sensus Pertanian terbatas hanya di jumlah usaha tani dan populasi sapi secara total. Nanti, pada akhir tahun, data tersebut akan dipecah-pecah lagi.

Jumlah rumah tangga usaha tani di Indonesia berkurang dari 31 juta rumah tangga tani pada 2003 menjadi 26 juta rumah tangga tani pada 2013. Namun, produktivitas petani belum bisa dihitung, karena data luasan lahan masih diolah dan angkanya belum dipublikasikan. Data luasan lahan ini masih diproses oleh BPS dan akan keluar akhir tahun.

Pada November 2013 ini, BPS akan melanjutkan Sensus Pertanian yang sudah dilakukan sepanjang Mei lalu, tetapi dengan fokus yang berbeda. Pada November ini, BPS berfokus mensurvey pendapatan rumah tangga tani. Lalu pada Mei 2014, BPS akan mendata struktur ongkos usaha tani.

“Jadi nanti kita akan mengetahui berapa biaya dari tahapan penanaman dibanding hasil yang dia dapat. Menguntungkan tidak, dari luas lahan yang dia olah,” tutup Suryamin. [iqbal]

BERITA TERKAIT

Punya 737 Gerai, SiCepat Ekspres Targetkan Kirim 1Juta Paket Perhari

    NERACA   Jakarta – PT SiCepat Ekspres Indonesia telah ingin terus menambah kapasitas gerai yang diakhir tahun 2019…

2020, PLN Fokus Listriki 78.000 Rumah di Papua

      NERACA   Jakarta – Jadi tugas besar bagi PT PLN Direktorat Bisnis Regional Maluku dan Papua untuk…

Kendalikan Impor, Pemerintah Dorong Pemanfaatan PLB E-Commerce

  NERACA   Jakarta - Untuk dapat mengendalikan maraknya peredaran produk-produk impor yang membanjiri Indonesia, pemerintah mendorong pengusaha importir dan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Piko Hidro Disiapkan untuk Bantu Terangi Papua

      NERACA   Jakarta - Dibandingkan 32 provinsi lain yang ada di Indonesia, rasio elektrifikasi di Papua dan…

Tarif LRT akan Dibanderol Rp12 ribu

    NERACA   Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengemukakan bahwa perkiraan tarif tiket kereta layang ringan…

Program PKH Dinilai Ubah Perilaku Hidup

    NERACA   Jakarta - Program Keluarga Harapan (PKH) berdasarkan survei independen MicroSave Colsulting Indonesia berdampak signifikan mengubah perilaku…