Hexindo Revisi Target Penjualan Hingga 12%

Jumat, 27/09/2013

NERACA

Jakarta-Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar juga berdampak pada kinerja PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA), emiten distributor dan penyewaan alat berat. Perseroan merevisi target penjualan sekitar 12,83% dari nilai yang dipatok sebelumnya sebesar US$ 633 juta. “Target penjualan tahun ini sebesar US$561 juta dengan volume penjualan sebanyak 2.680 unit,” kata Direktur PT Hexindo Adiperkasa Tbk, Syamsu Anwar di Jakarta, Kamis (26/9).

Menurut dia, pelemahan rupiah yang berpengaruh terhadap kinerja industri di dalam negeri, juga berdampak terhadap kinerja perseroan. Oleh karena itu, pihaknya menganggap perlu untuk merevisi target penjualan, dari US$633 juta menjadi US$561 juta. Selain itu, pihaknya juga mencatat, turunnya permintaan karena terimbas harga komoditas batubara yang mengalami penurunan.

Kontribusi penjualan alat berat di sektor mining industries atau komoditas terhadap pendapatan perseroan, sambung dia, tercatat sebesar 20%. Sementara lainnya, didapatkan dari sektor agro dan forestry. Targetnya, penjualan di sektor tersebut dapat mencapai US$190,74 juta dan US$145,86 juta.

Meski demikian, kata dia, pada tahun ini perseroan akan berupaya untuk menekan utang yang mencapai US$62 juta. Salah satunya, dengan menurunkan inventori dan menggenjot penjualan di tahun ini serta ke depannya. Pihaknya mencatat, pada periode April-Agustus 2013 lalu misalnya, perseroan mampu menurunkan jumlah utangnya dari US$115 juta menjadi US$88 juta.

Selama ini perseroan memperoleh pinjaman dari empat kreditur yaitu, The Bank of Tokyo Mutsubishi, PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia, Hitachi international Treasury dan PT Bank Mizuho Indonesia. Dari seluruh kreditur tersebut, Bank Mitsubishi cabang Singapura mencatatkan jumlah yang paling besar, yaitu sebanyak US$43 juta dengan tingkat suku bunga sekitar 0,45%-0,5%.

Masih dalam upaya menekan utang, perseroan juga mengupayakan sumber belanja modal tahun ini seluruhnya berasal dari kas internal perseroan, dan tidak menggunakan penjaman perbankan. Hingga Agustus 2013, menurut dia, serapan dana belanja modal baru sekitar US$5 juta dari total belanja modal tahun ini sebesar US$15 juta. “Sebagian besar dana capex untuk pembangunan kantor yang di head office. Memang masih minim karena pembangunannya baru mulai.” jelasnya.

Sementara itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham, perseroan menyetujui akan membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar US$0,0266 per saham. Dividen tersebut diambil perseroan dari perolehan laba bersih periode 31 Maret 2013 sebesar US$63,78 juta. Selain pembagian dividen, laba bersih juga dialokasikan untuk dana cadangan sebesar US$500 ribu dan sisanya US$40,94 juta akan digunakan untuk laba ditahan.“Para pemegang saham telah menyetujui pembagian dividen dari perolehan sebagian laba bersih atau sekitar US$22,34 juta.” kata Direktur Utama PT Hexindo Adiperkasa Tbk, Kardinal A. Karim.

Catatan saja, per 31 Maret 2013 laba bersih perseroan mengalami penurunan sebesar 11,7% menjadi US$ 63,78 juta, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar US$72,23 juta. Sedangkan, penjualan perseroan mencapai US$633,35 juta atau turun 5,7% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, yaitu sebesar US$671,71 juta. (lia)