Menghitung Omzet Bisnis Akikah

Sabtu, 28/09/2013

Seperti diketahui, sebagian besar masyarakat Indonesia adalah beragama Islam. Salah satu ajaran yang dianjurkan kepada setiap muslim adalah memotong (hewan) kambing atau yang biasa disebut dengan akikah. Fakta inilah yang menepis bisnis jualan kambing hanya terbatas pada saat Iedul Adha saja.

Pasalnya, berdasarkan data pemerintah, setiap tahun angka kelahiran terus meningkat. Dengan kata lain, terdapat peluang di sini, sebagian besar masyarakat yang sebagian umat Islam pastinya akan melakukan pemotongan kambing atau akikah.

“Faktanya kan seperti itu, tiap hari pasti ada yang meninggal dan ada juga yang lahir. Nah, Kalau untuk anak laki-laki akikahnya memotong dua ekor kambing, tetapi kalau perempuan cukup satu ekor saja,” jelas seorang pedagang kambing yang akrab disapa bang Amin itu.

Usut punya usut, bisnis jualan kambing tak hanya terbatas pada penjualan kambiong akikah saja. Tetapi, biasnya si empunya usah sudah memberikan aneka paket akikah. Artinya penjual memberi jasa pemotongan kambing atau domba dan sekaligus memasaknya.

Hal ini ditukan untuk mempermudah masyarakat yang ingin akikah, maklum untuk biaya memasak biaya yang dikeluarkan juga tidaklah sedikit. Akibatnya, jasa yang diberikan pun jadi incaran masyarakat yang tidak ingin repot memasak daging kambing tersebut.

“Kan, zaman sekarang banyak orang yang tidak ingin repot. Mereka lebih baik mengeluarkan uang sedikit lebih banyak tetapi segala urusan beres. Selain itu menu yang ditawarkan juga begitu variatif,” jelas bang Amin.

Ya, memberikan menu masakan variatif sesuai selera pemesan seperti gulai, semur, tongseng, dan kare menjadi andalan para penjual kambing. Di mana hewannya dapat dilihat dan dipilih langsung di tempat.

Tak hanya itu, proses pemotongannya juga dapat disaksikan langsung atau dilakukan sendiri. Ada layanan antar, dan potong gratis. Juga bonus buku risalah akikah dan jika diperlukan dokumentasi pemotongan hewan.

Soal keuntungan, keuntungan kotor yang bisa diraih dari satu ekor kambing adalah sekitar 20-30%, dari harga Rp1,5 juta hingga Rp2 juta. Yang jelas suksesnya bisnis ini adalah pemilihan pasar yang tepat.

Seperti Amin misalnya, dia mencoba membidik pasar kalangan menengah ke bawah, sehingga dapat memberikan edukasi bahwa akikah itu tak membutuhkan biaya besar. Karena, selama ini persepsinya untuk melaksanakan akikah itu membutuhkan biaya mahal. “Padahal kan tidak mesti seperti itu,” jawab dia.

Meski keuksesan bukanlah hal mustahil didapat, bukan berarti pembeli akan datang dengan sendirinya tanpa Anda melakukan sedikit usaha. Ya, pastinya, di masa-masa awal usaha memerlukan strategi pemasaran yang tepat, seperti mencetak brosur akan keberadaan usaha dan menyebarkan ke sejumlah tempat strategis.

Selain itu, pemberian informasi langsung kepada rekan kerja, tetangga, dan saudara juag akan sangat bermanfaat meningkatkan penjualan Anda. Juga beri hal-hal baru pada usaha Anda, seperti memberikan fasilitas prima agar tak mengecewakan pelanggan. Dengan demikian, puasnya pelanggan atas pelayanan yang diberikan adalah sebuah keuntungan tersendiri, karena tanpa diminta mereka akan mempromosikan usaha Anda.