Kebijakan yang Memicu Kemacetan

MOBIL MURAH RAMAH LINGKUNGAN (LCGC)

Sabtu, 28/09/2013

MOBIL MURAH RAMAH LINGKUNGAN (LCGC)

Kebijakan yang Memicu Kemacetan

Apa yang menarik dari IIMS 2013 yang dibuka Wakil Presiden Profesor Boediono pada 19 September 201 lalu di arena PRJ Kemayoran? Tak lain adalah sebelum membuka pameran tersebut, Gubernur DKI Joko Widodo mengutus Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk menyerahkan surat ke Wapres.

Isi surat itu mempertanyakan kebijakan pemerintah pusat yang menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2013 tentang regulasi mobil murah dan ramah lingkungan (LCGC) yang dianggap bertolak belakang upaya mengatasi kemacetan di Ibukota. Dengan bakal membanjirnya LCGC, Jakarta akan makin macet lagi.

Apa jawab Wapres ketika itu? Selaku pemerintah pusat, kata Boediono, tidak akan lepas tangan dalam mengatasi berbagai masalah di DKI, termasuk masalah kemacetan dan banjir. Wapres memang menghawatirkan datangnya mobil murah ini diprediksi bakal menjadi biang kemacetan lalulintas. "Solusinya ialah meningkatkan secepat mungkin tiga pilar yakni, Pemda dan Pemerintah Pusat, public transport. Itu kuncinya," tutur Boediono kepada Ahok.

Sebaliknya, Wapres minta agar tak menghambat orang membeli mobil. Yang penting adalah bagaimana pemda, yaitu Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan pemerintah mengatasi kemacetan dengan menerapkan kawasan jalan berbayar secara elektronis (electronic road pricing/ERP). . "Kalau mereka menggunakan mobil tersebut ya harus bayar," kata Wapres lagi.

Menurut Wapres, ada tiga pilar industrialisasi, yaitu proses added value (nilai tambah) jadi tidak menjual mentah lagi (hilirisasi). Pilar lainnya adalah program memaksimumkan dampak dalam negeri multiple Effect, yaitu tumbuh kembang lapangan pekerjaan dengan tenaga kerja yang diserap. Sedangkan pilar ketiga adalah global suplay change.

"Sangat rasional Indonesia mengembangkan tiga pilar tersebut termasuk di bidang otomotif dan teknologi baru. Saya juga ingin merespon surat Gubernur DKI Jakarta bahwa Jakarta adalah jendela Indonesia sehingga pemerintah pusat tidak berpangku tangan untuk mengatasi kemacetan dan banjir termasuk mensiasati low cost green car dengan memprioritaskan public transportation dan pemberlakuan ERP-electronic road pricing, " katanya.

Memang, Wapres mengingatkan, industri otomotif jangan hanya mengejar penjualan saja, tapi juga menyangkut masalah struktural. Tidak dijelaskan, apa yang dimaksud dengan masalah struktural industri otomotif tersebut. Yang terang, dari sis sales atau penjualan, pasar di Indonesia bahkan terbesar di Asia tenggara. Menurut Ketua III Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Johny Dharmawan, angka penjualan 2012 mencapai 1.116.000 unit mobil.

Menanggapai jawaban Wapres tersebut, Ahok pun menyatakan Pemprov DKI siap bekerjasama dengan pemerintah pusat untuk mengatasi kemacetan ibukota dengan memperbaiki infrastruktur dan ketersediaan moda transportasi publik yang murah, hemat energy, dan nyaman, sehingga mobil pribadi tidak terlalu banyak berseliweran di jalan-jalan Jakarta.

Gubernur DKI Joko Widodo memang tak menentang kebijakan LCGC walaupun bertolak belakang dengan upaya Pemprov DKI mengatasi kemacetan di jalan raya. Namun, tegas, Jokowi menyatakan kebijakan itu tidak benar. "Mobil murah itu enggak bener. Yang bener itu transportasi yang murah. Sekali lagi, mobil murah itu enggak bener, yang bener itu transportasi yang murah," kata Jokowi di sela-sela acara pertemuan gubernur di kawasan ASEAN di sebuah hotel di kawasan Mega Kuningan, bersamaan dengan pembukaan IIMS.

Jokowi juga tak yakin dengan pernyataan Menteri Perindustrian MS Hidayat yang akan membatasi penjualan mobil yang katanya murah dan hemat energi itu. Nantinya, mobil-mobil itu akan diprioritaskan untuk kawasan yang masih sedikit jumlah kendaraannya. Soal itu Jokowi sangat yakin, LCGC hanya akan dibeli oleh orang-orang di kawasan Jabodetabek.

Alasannya, karena mobil-mobil itu tak mungkin dibeli oleh masyarakat di pelosok karena tak menyediakan bensin rendah emisi, yaitu jenis Pertamax. Jokowi yakin, mobil murah justru akan dibeli orang-orang di Jakarta dan sekitarnya. Tentu saja, kehadiran mobil tersebut akan memperparah kondisi lalu lintas Jakarta. "Kita tuh lihat lapangan, yang kita lihat ini kan lapangan. Lihat saja nanti pelaksanaannya, siapa yang paling banyak beli. Di Jabodetabek atau di tempat-tempat yang lain," kata mantan Walikota Surakarta ini.

Jalan tol juga dikhawatirkan tambah macet oleh membanjirnya LCC. Pengelola jalan tol PT Marga Mandala Sakti (MMS) juga mengaku khawatir kehadiran LCGC di jalan tol akan menambah macet. Dengan demikian tingkat pelayanan jalan tol akan menurun.

"Sebenarnya kalau ditanya normalnya kita sebagai pengelola jalan tol seneng makin banyak mobil, makin banyak pemasukan. Tatapi kalau di jalan tol kapasitasnya sudah lebih dari 90%, malah bisa jadi stagnan. Nantinya pelayanan kita pada pengguna jalan juga malah turun. Masa mereka sudah bayar tapi kena macet juga," kata Presiden Direktur MMS Wiwiek Santoso belum lama ini. (saksono)