Bank Mutiara Menilai Melanggar UU Perbankan - Ganti Rugi Nasabah Antaboga

NERACA

Jakarta - Manajemen PT Bank Mutiara Tbk menilai keputusan Tim Pengawas (Timwas) Century yang memerintahkan bank yang dahulu bernama Bank Century ini, harus membayar dana nasabah Antaboga Delta Sekuritas akan berpotensi melanggar UU Perbankan dan UU Tindak Pindana Korupsi (Tipikor).

Rohan Hafas, Corporate Secretary Bank Mutiara, mengatakan potensi pelanggaran UU Perbankan dan UU Tipikor dikarenakan investor Antaboga bukanlah nasabah bank sehingga tidak berhak mendapat penjaminan dari bank sesuai UU Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Antaboga merupakan produk reksadana yang dikeluarkan PT Antaboga Delta Sekuritas, dan bukan produk perbankan.

Menurut dia, kerugian investor Antaboga tidak menjadi tanggung jawab Bank Mutiara melainkan tanggung jawab PT Antaboga Delta Sekuritas selaku pihak yang mengeluarkan produk reksa dana tersebut. Untuk mempertegas hal tersebut, pada Senin (23/9), Bank Mutiara melakukan konsultasi dengan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai desakan untuk membayar dana nasabah Antaboga Delta Sekuritas.

Pada konsultasi kepada KPK tersebut, Kuasa Hukum Bank Mutiara Mahendradatta beserta Corporate Secretary Bank Mutiara, Rohan Hafas, diterima oleh Wakil Ketua KPK, Adnan Pandu Praja, yang didampingi Juru Bicara KPK, Johan Budi.

Kuasa Hukum Bank Mutiara Mahendradatta menyampaikan kepada KPK terkait adanya keraguan untuk membayarkan uang perusahaan sebagai ganti rugi nasabah Antaboga. Pasalnya, dana yang dimiliki Bank Mutiara saat ini adalah bagian dari dana bailout Bank Century yang notabene berasal dari uang negara. ”Jadi kalau kita bayar pakai uang negara itu, masuk kategori korupsi apa tidak?” ujar Mahendradatta, melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, kemarin. [bani]

BERITA TERKAIT

Bank Panin Tambah Porsi Saham Jadi 42,54% - Rights Issue Panin Dubai Syariah

NERACA Jakarta - Jelang rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) alias rights issue, PT Bank Panin…

BEI Bilang Delisting Butuh Proses Panjang - Sikapi Kasus Bank of India

NERACA Jakarta- PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) tengah meminta PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menghapus sahamnya (delisting)…

LABA BERSIH BANK BJB TUMBUH

Komisaris Utama Bank BJB Klemi Subiyantoro (ketiga kiri) berbincang dengan Direktur Utama Ahmad Irfan (kedua kiri), Direktur Komersial merangkap Direktur…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

OJK Sebut Bumiputera Dalam Kondisi Normal - Dari Sisi Bisnis dan Pendanaan

  NERACA Jakarta - Para pemegang polis dan mitra kerja Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 kini bisa bernafas lega…

Kementerian PUPR Segera Teken MoU dengan BTN terkait KPR FLPP

  NERACA Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan memastikan bahwa PT Bank…

BNI Sosialisasikan BNI Yap di Java Jazz

  NERACA Jakarta - Untuk memanjakan para penggemar musik jazz Indonesia serta menyosialisasikan alat pembayaran baru pada pagelaran musik Jakarta…