Tambah Lahan, Summarecon Akuisisi Dua Perusahaan

Nilai Investasi Rp 284,78 Miliar

Kamis, 26/09/2013

NERACA

Jakarta- Anak usaha PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Inovasi Jaya Properti mengakuisisi dua perusahaan Colliman Limited dengan total nilai transaksi mencapai Rp284,78 miliar. Langkah ini dilakukan guna meningkatkan persediaan lahan (landbank) melalui penyertaan modal pada dua anak usaha perusahaan tersebut, yaitu PT Kencana Jayaproperti Agung dan PT Kencana Jayaproperti Mulia. Informasi tersebut disampaikan Direktur PT Summareco Agung, Yong King Ching di Jakarta, Rabu (25/9).

Disebutkan, perseroan mengakusisi 40,8% atau setara 2,04 juta saham PT Kencana Jayaproperti dengan transaksi Rp125,72 miliar. Selain itu, perseroan mengakuisisi 6,12 juta saham atau setara 40,8% saham di PT Kencana Jayaproperti Mulia dengan transaksi Rp159,06 miliar.

Transaksi ini dilakukan untuk meningkatkan persediaan lahan (landbank) PT Summarecon Agung Tbk melalui penyertaan modal dalam PT Kencana Jayaproperti Agung dan PT Kencana Jayaproperti Mulia yang telah memiliki tanah seluas 2.510.864 m2 yang terletak di Bogor, Jawa Barat. “Transaksi tersebut merupakan transaksi pertama dari keseluruhan dua tahapan transaksi, dan transaksi tahap kedua tersebut akan dilaksanakan pada 2014.” ungkapnya.

Sebagai salah satu pengembang properti, perseroan termasuk yang sibuk memacu kinerjanya dengan meningkatkan persediaan lahan dan pengembangan sejumlah proyek properti. Bahkan, manajemen perseroan sebelumnya mengaku akan tetap menerbitkan obligasi sebagai alternatif pembiayaan di tengah kondisi pasar keuangan yang sedang bergejolak seperti saat ini.

Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk, Johanes Mardjuki mengatakan, perseroan akan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi untuk membiayai beberapa proyek perseroan seperti kota mandiri di Bandung, Jawa Barat dan Jakarta Selatan. Termasuk untuk mendukung rencana akuisisi lahan yang akan dilakukan perseroan.

Akuisisi Lahan

Sayangnya dia tidak menyebutkan detil lokasi dan luas tanah yang diincar perusahaan dengan alasan masih dalam tahap due delligence. Adapun saat ini, total land bank Summarecon mencapai 1.300 ha. “Land bank kami di Serpong sekitar 560 ha, sementara di Bekasi hingga tahap II mencapai 500 ha,” kata Johanes.

Nantinya, tanah yang akan diakuisisi mencapai ratusan hektar (ha). Khusus untuk di lahan di Bandung, Summarecon akan mengambil dengan cara akuisisi langsung. Sementara untuk lahan di Selatan Jakarta dilakukan dengan membentuk perusahan patungan (joint venture/JV), “Tentunya kita akan menjadi mayoritas kalau bentuk perusahaan patungan,”ucapnya.

Dalam penerbitan obligasi ini perseroan berencana menggunakan mekanisme penawaran umum berkelanjutan (PUB) untuk penawaran obligasi senilai Rp2 triliun pada 2013. “Pada tahap pertama kami akan mengeluarkan obligasi senilai Rp1 triliun,” ucapnya.

Untuk penerbitan obligasinya perseroan telah menunjuk empat perusahaan sekuritas antara lain PT Indopremier Securities, PT AAA Sekuritas, PT Makinta Securities, dan PT Mandiri Sekuritas. Penerbitan obligasi diperkirakan akan dilakukan pada akhir November 2013, dan paling lambat Desember 2013.

Catatan saja, sepanjang semester pertama 2013, perseroan membukukan kenaikan laba tahun berjalan sebesar 76,76% menjadi Rp611,58 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp345,99 miliar. Kenaikan laba diikuti kenaikan pendapatan bersih sebesar 25,96% menjadi Rp1,92 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp1,52 triliun.

Beban pokok penjualan dan beban langsung perseroan naik menjadi Rp817,47 miliar pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp779,34 miliar. Laba kotor perseroan naik menjadi Rp1,10 triliun pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp747,34 miliar. (lia)