KSEI Rilis 87% Investor Belum Pakai Kartu AKSes

NERACA

Malang – PT Kustodian Sentrak Efek Indonesia (KSEI) mengungkapkan, setidaknya masih 87% dari 302.964 investor pasar modal yang belum memanfaatkan fasilitas Acuan Kepemilikan Sekuritas (AKSes), “Sampai sekarang masih sangat banyak investor yang belum tergerak dan sadar akan pentingnya fasilitas AKSes tersebut. Para investor merasa nyaman dan sepenuhnya percaya dengan \'broker\' atau perusahaan sekuritas tempatnya menjadi nasabah,\" kata Kepala Divisi Penelitian dan Pengembangan Usaha KSEI, Syafruddin di Malang, Rabu (25/9).

Selain itu, dirinya juga menuturkan, hingga saat ini investor yang sudah login atau memanfaatkan fasilitas AKSes baru sebanyak 39.693. Menurutnya, kondisi ini cukup mengkhawatirkan sebab berpotensi terjadi penyalahgunaan aset investasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Padahal, semua pihak tidak ingin terjadi lagi kasus-kasus penyalahgunaan aset investasi nasabah, “Investor baru menyadari betapa pentingnya fasilitas AKSes tersebut ketika sudah terlanjur mengalami kerugian,”ujarnya.

Dia menilai kesadaran dan peran investor untuk secara aktif melakukan monitoring aktivitas investasinya di pasar modal sangat penting. Padahal, dengan monitoring secara aktif dan mandiri oleh investor, diharapkan tidak sampai terjadi penyalahgunaan aset investasi milik investor bisa ditekan.

Untuk meningkatkan jumlah investor yang melakukan login ke AKSes tersebut, dilakukan sosialisasi secara terus-menerus, termasuk dalam pengembangan aplikasinya. Sementara Kepala Unit Komunikasi KSEI Zylvia Thirda menjelaskan, berbagai fitur tambahan, seperti status transaksi yang dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan perhitungan penyelesaian hak dan kewajiban transaksi juga dapat dilihat secara langsung dalam fasilitas AKSes.

Selain itu, lanjut dia, investor juga dengan mudah dapat memonitor keberadaan dana miliknya yang tersimpan dalam rekening dana nasabah (RDN), “Dengan gencarnya sosialiassi ke berbagai kalangan ini, investor bursa saham akan makin paham akan keamanan dana miliknya yang telah diinvestasikan,\" ujarnya.

Berdasarkan data dari KSEI, jumlah investor bursa saham di Jatim mencapai 43 ribu, sementara di Malang jumlah investornya mencapai 4.281 dengan jumlah rekening efek sebanyak 4.998 dan yang telah login ke AKSes sebanyak 538 investor. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

FREN Rilis Obligasi WK III Rp 15 Triliun

PT Smartfren Tbk (FREN) akan melakukan penawaran terbatas obligasi wajib konversi III sebanyak-banyaknya Rp15 triliun melalui mekanisme penempatan terbatas secara…

Investor Jembo Tunaikan Kewajiban SCB - Bayar Senilai US$ 16 Juta

NERACA Jakarta – Perusahaan kabel, PT Jembo Cable Tbk (JECC) menyebutkan penyelesaian kontijensi antara perseroan dengan Standard Chartered Bank (SCB)…

Belum Seutuhnya Merdeka

Oleh: Dhenny Yuartha Junifta Peneliti INDEF Sudah 72 tahun Republik ini memproklamasikan diri sebagai negara merdeka. Namun, seiring nafas perubahan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Targetkan Transaksi 500 Ribu Lot - Rifan Financindo Berjangka Optimis Tercapai

NERACA Surabaya - Meskipun Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Future Exchange (JFX) memangkas target transaksi 30% lantaran kondisi ekonomi…

Tingkatkan Layanan Digital - Taspen Kerjasama Sinergis Dengan Telkom

NERACA Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama PT Taspen (Persero) bersinergi mengembangkan dan mengimplementasikan digitalisasi pelayanan pembayaran pensiun…

XL Hadirkan Asisten Virtual MAYA

Dinamisnya era digital mengharuskan perusahaan untuk terus melakukan inovasi teknologi agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Tidak sebatas produk, layanan pelanggan…