Industri Asuransi Nasional Harus Bisa Bersaing - Sambut ASEAN Economic Community 2015

ASEAN Insurance Council (AIC) menilai, kawasan Asia Tenggara menjadi pasar paling menarik bagi industri asuransi. Sehingga, pada pelaksanaan ASEAN Economy Community (AEC) 2015, industri asuransi nasional diharapkan mampu mengambil pasar terbesar di sektor ini.

“Pasar tunggal ASEAN di 2015 menjadi peluang bisnis yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh industri asuransi kita. Pelaku asuransi harus segera memperkuat pasarnya di kawasan Asia Tengara,” ujar Chairman AIC, Kornelius Simanjuntak.

AIC didirikan pada oleh sejumlah negara anggota ASEAN, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Singapura pada 4 April 1978 di Jakarta. Kornelius meyakini, AIC akan mampu meningkatkan perannya dalam mengembangkan industri asuransi saat pemberlakuan pasar bebas regional AEC 2015. Apalagi, pangsa pasar asuransi di ASEAN masih terbuka lebar.

Besarnya peluang pasar asuransi di kawasan ASEAN, kata Kornelius, tercermin dari total jumlah penduduk di Asia Tenggara yang tidak kurang dari 600 juta jiwa. Terlebih lagi, lanjut dia, data lembaga pemeringkat internasional, Fitch ratings menyebutkan bahwa penetrasi asuransi di ASEAN masih di bawah 5 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Dengan demikian, ujar Kornelius, pelaksanaan pasar bebas ASEAN di 2015 diharapkan bisa dimanafaatkan secara optimal oleh industri asuransi. “Dalam upaya kami mendorong pelaku usaha agar bisa memanfaatkan AEC 2015, kami akan mendorong pelaku usaha agar bisa memanfaatkan AEC 2015, kami akan terus mengadakan seminar-seminar asuransi,” tuturnya.

Kornelius mengingatkan, AEC 2015 sudah berada di depan mata, maka Indonesia harus siap menghadapi pasar terbuka di kawasan ASEAN itu. “AEC 2015 memiliki dampak yang signifikan pada pasar asuransi di ASEAN. AIC siap menyabut AEC 2015,” pungkasnya Kornelius.

Pasar Strategis

Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal ASEAN Insurance Council (AIC), Evelina F Pietruschka mengatakan, saat ini para investor global memandang kawasan ASEAN sudah menjadi area bisnis paling strategis dibandingkan dengan kawasan lain di Amerika maupun Eropa.

Kondisi ini, jelas dia, diharapkan mampu dimanfaatkan industri asuransi di Asia Tenggara dengan membangun kawasan menjelang ASEAN Economic Community (AEC) 2015. “Pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN yang stabil, diharapkan bisa meningkatkan peran industri asuransi menjelang AEC2015,” tuturnya.

Jumlah penduduk di kawasan ASEAN yang besar, kata Evelina, menandakan bahwa potensi untuk mengembangkan industri asuransi di kawasan ini sangat besar. Hal ini, jelas dia, harus disikapi para pelaku usaha dengan memperkuat jaringan industri di lingkup regional.

BERITA TERKAIT

Hakim UE-ASEAN Berbagi Keahlian Hukum Kekayaan Intelektual

Hakim UE-ASEAN Berbagi Keahlian Hukum Kekayaan Intelektual NERACA Jakarta - Hakim-hakim Uni Eropa dan Asia Tenggara berbagi keahlian di bidang…

Komisi IX: BPOM Harus Optimalkan Fungsi Ketahanan Masyarakat

Komisi IX: BPOM Harus Optimalkan Fungsi Ketahanan Masyarakat NERACA Jakarta - Mengawasi ribuan produk obat, kosmetik dan makanan yang beredar…

Pemerintah Indonesia Vs Freeport - Oleh : Edy Mulyadi, Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Negosiasi pemerintah Indonesia dengan Freeport masih terus berjalan sangat alot. Dalam hal ini pemerintah harus kuat dan jangan mengalah dengan…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…