Modal Dasar PNM Baru Disetor Rp300 Miliar

Rabu, 25/09/2013

NERACA

Jakarta - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus melakukan diversifikasi sumber permodalan tanpa mengesampingkan adanya sisa modal pendirian perseroan yang belum disetorkan oleh pemegang saham sebesar Rp900 miliar. Untuk menjalankan tugas tersebut, PNM yang didirikan pada 1999 dengan modal dasar sebesar Rp1,2 triliun tersebut baru disetor pemerintah sebesar Rp300 miliar.

Direktur Utama PNM, Parman Nataatmadja mengatakan, pengajuan tambahan modal sesuai komitmen tersebut pernah disampaikan pada 2010 lalu. Namun dia mengaku menarik kembali pengajuan itu. “Jadi posisi kita sekarang menunggu. Kita pernah mengajukan (pencairan tambahan modal) ke pemerintah era Menteri BUMN Mustafa Abubakar. Lalu, era Pak Dahlan (Iskan) juga sempat mengajukan di bulan Agustus 2012," katanya di Jakarta, Selasa (24/9).

Meski belum ada persetujuan, satu sisi, Parman tetap optimistis serta menyambut baik komitmen penambahan modal tersebut. Namun sisi lain, dirinya tidak terlalu berharap banyak akan mendapatkan penambahan modal tersebut.

"Kata-kata penolakan tidak ada. Hanya saja belum terealisasi (pencairannya). Terakhir Pak Menteri (BUMN, Dahlan Iskan) meminta kami tidak usah mengajukan penambahan modal. Posisi kami sebagai pelaksana dari pemegang saham hanya menunggu arahan pemegang saham. Prinsip manajemen sih (modal) ditambah kita akan kelola. Tidak ditambah pun kita sudah ada rencana pengembangan," terang Parman.

Sebagai dasar hukum pendirian PNM, pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah RI No 38/99 tanggal 29 Mei 1999 yang kemudian disahkan oleh peraturan Menteri Kehakiman RI No C-11.609.HT.01.TH.99 tanggal 23 Juni 1999. Pendirian PNM kemudian dikukuhkan lewat SK Menteri Keuangan RI No 487/KMK.017/1999, tanggal 13 Oktober 1999, yang menunjuk PNM sebagai salah satu BUMN Koordinator Penyalur Kredit Program eks BLBI yang sebelumnya dilakukan oleh Bank Indonesia.

Parman juga menjelaskan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) PNM memiliki aset dasar medium term notes (MTN) PNM dengan nilai Rp125 miliar. Adapun, tenor RDPT ini selama 18 bulan dengan return sekitar 8,3%. Dana hasil penerbitan RDPT ini akan disalurkan untuk pembiayaan usaha mikro kecil menengah dan koperasi melalui unit layanan modal mikro (ULaMM).

"RDPT menjadi salah satu sumber dana PNM untuk menyalurkan pembiayaan bagi UMK, selain penerbitan obligasi yang telah kami lakukan pertengahan tahun ini, dan pinjaman perbankan. Kami mencari sebanyak mungkin sumber dana murah guna memperkuat struktur pendanaan agar tetap kompetitif, disamping terus meningkatkan value added services bagi nasabah," jelas dia.

Sukses terbitkan produk

Sementara itu, Direktur Utama PT PNM Investment Management, MQ Gunadi, menjelaskan setelah sukses menerbitkan produk Reksa RDPT sejak tahun 2011, PT PNM Investment Management, anak perusahaan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) kembali meluncurkan RDPT PNM Pembiayaan Mikro BUMN 2013, yang seluruh dananya akan diinvestasikan pada Usaha Kecil Mikro (UMK).

Dana investor yang terkumpul untuk produk ini sebesar Rp125 miliar, berasal dari tujuh investor institusi. PT PNM akan menjadi intermediary dalam penerbitan RDPT PNM Pembiayaan Mikro BUMN 2013 ini.

"Kami sangat senang melihat keyakinan investor terhadap sektor UMK di tengah gejolak ekonomi saat ini. PNM Investment Management sebagai perusahaan manajer investasi pertama di Indonesia yang menerbitkan produk reksa dana berbasis UMK terus berkomitmen untuk memberikan pembiayaan bagi sektor tersebut," ungkap dia.

Sebelumnya, PNM Investment Management telah meluncurkan RDPT PNM Pembiayaan Mikro BUMN 2011 sebesar Rp200 miliar, RDPT PNM Pembiayaan Mikro BUMN 2012 Seri I sebesar Rp270 miliar, dan RDPT PNM Pembiayaan Mikro BUMN 2012 Seri II sebesar Rp230 miliar.RDPT PNM Pembiayaan Mikro BUMN 2011 telah jatuh tempo bulan Juni lalu.

“Hingga akhir tahun ini, PNM Investment Management menargetkan bisa meraih total dana kelolaan mencapai Rp2,3 triliun. Saat ini, PNM telah menggenggam dana kelolaan sekitar Rp1,7 triliun,” tambah Gunadi.

Gunadi mengatakan pihaknya ingin menjadi perusahaan manajer investasi terkemuka dalam melaksanakan Widespread Ownership Program untuk UMKMK di Indonesia. Akhir tahun ini, pihaknya berencana meluncurkan RDPT berbasis UMK kembali dengan nilai yang lebih besar.

“PNM Investment Management juga memiliki tujuh produk reksa dana open end yang dikelola, yaitu Reksa Dana PNM Ekuitas Syariah (saham syariah), Reksa Dana PNM Saham Agresif (saham), Reksa Dana PNM Syariah (campuran syariah), Reksa Dana PNM Amanah Syariah (pendapatan tetap syariah), Reksa Dana PNM Dana Sejahtera II (pendapatan tetap), Reksa Dana PUAS (pasar uang), dan Reksa Dana PNM Dana Bertumbuh (pendapatan tetap),” pungkasnya. [mohar]