First Media Investasikan Dana US$ 200 Juta

Kembangkan Bisnis Broadband

Rabu, 25/09/2013

NERACA

Jakarta – Kembangkan bisnis Broadband Wireless Access (BWA) yang saat ini memiliki pertumbuhan tajam, PT First Media Tbk (KBLV) menganggarkan dana sebesar US$ 200 juta sepanjang tahun 2013.

Direktur PT First Media Tbk, Larry Ridwan mengatakan, untuk realisasi dari rencana pengembangan BWA akan dilakukan secara bertahap, “Belanja modal yang pertama dilakukan itu budget-nya hampir US$ 200 juta yang sudah kita siapkan tapi eksekusinya akan bertahap,”ujarnya di Jakarta, Selasa (24/9).

‪Adapun untuk urusan pendanaan pengembangan BWA, Larry mengatakan, perseroan akan memenuhinya dari kombinasi pendanaan yang berasal dari dana kas internal perseroan, vendor financing dan dana perbankan."Pendanaan terbesar akan berasal dari vendor financing, kedua dari dana kas internal dan yang terakhir dari pendanaan perbankan," tutup Larry.

Sebelumnya, perseroan menyatakan belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan tahun ini naik 20-30% dibanding tahun lalu. Tahun lalu, capex perseroan sekitar US$ 60 juta, dengan demikian, capex perusahan tahun ini sekitar US$ 72-78 juta.

Selain itu, kata Larry, bisnis perseroan tidak terpengaruh dengan adanya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Perseroan bahkan belum berencana merevisi target capaian pendapatan hingga akhir tahun, “Sampai saat ini, perseroan belum melihat adanya pengaruh signifikan dari pelemahan ruoiah terhadap kinerja perseroan,”tandasnya.

Dia mengungkapkan,‪ pendapatan perseroan sebagian besar merupakan rupiah dan saat ini belum melihat pengaruhnya terhadap kinerja dan target hingga akhir tahun. Namun demikian, diakui Larry, pihaknya tetap melakukan sejumlah langkah taktis guna mengantisipasi jika di masa depan pelemahan rupiah tersebut mulai memberikan dampak negatif.

Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan menekan pengeluaran dalam bentuk dolar. "Untuk mengantisipasi keadaan ini, kami melakukan penekanan terhadap pengeluaran dolar kami," tandasnya.

Sementara hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) menyetujui perombakan direksi. Diantaranya, menyetujui penggantian Peter Frans Gontha oleh Theo L Sambuaga sebagai Presiden Komisaris (Preskom) Perseroan. Untuk jajaran direksi, dia menjelaskan, RUPSLB juga menyetujui pengunduran diri Direktur Utama Irwan Djaja dari jabatannya sebagai Presiden Direktur (Presdir) Perseroan. Sayangnya belum diketahui secara jelas apa alasan pengunduran diri dari Irwan Djaja tersebut. (bani)