Kembangkan Proyek, PTBA Gandeng General Electric

Fasilitasi Transportasi Batubara

Rabu, 25/09/2013

NERACA

Jakarta- PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menjalin kerja sama dengan perusahaan Amerika Serikat, General Electric International Operations Company Inc (GE) untuk mendukung berbagai proyek yang digarap perseroan. Salah satunya yang berkaitan dengan sistem dan bidang transportasi batubara. “Dalam hal ini perseroan mengharapkan dukungan GE untuk keandalan sistem maupun sarana prasarana transportasi batubara yang dikembangkan perseroan.” kata Sekretaris Perusahaan PTBA, Joko Pramono di Jakarta, Selasa (24/9).

Menurut dia, saat ini PTBA melalui konsorsium PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR) sedang mempersiapkan pembangunan angkutan batubara dengan kereta api dari lokasi tambang di Tanjung Enim Sumatera Selatan menuju pelabuhan di provinsi Lampung dengan kapasitas 25 juta ton per tahun. “Proyek transportasi batubara oleh PT BATR ini terintegrasi dengan tambang batubara di Tanjung Enim, pembangunan jalur kereta api, dan pembangunan pelabuhan batubara di provinsi Lampung.” ucapnya.

Sementara untuk pembangunan konstruksi jalur kereta api, sambung dia, akan direalisasikan setelah restrukturisasi kepemilikan saham di tambang PT BAB antara PTBA dan PT Rajawali Asia Resources yang saat ini sedang berlangsung dan diharapkan pada akhir tahun ini sudah dapat diselesaikan.

Selain itu, kata dia, kerja sama dengan GE juga meliputi benefisiasi batubara dalam pengembangan gasifikasi batubara dengan bahan baku batubara kalori rendah dan kalori medium. Gas yang dihasilkan dari batubara akan dimanfaatkan untuk industri kimia dan bahan bakar pembangkit listrik, termasuk peluang untuk disalurkan melalui jalur pinasisasi gas ke industri yang dituju.

Melalui kerja sama ini, pihaknya juga mengharapkan dukungan teknis dari pihak GE untuk pengembangan Coal Bed Methane (CBM) yang sedang digarap perseroan khususnya untuk menjadi bahan bakar PLTU. Perseroan memiliki sumber daya CBM sebanyak 08,TCF di Tanjung Enim. “Ditargetkan, tahun depan sudah mulai memasuki tahap persiapan operasi untuk kapasitas total sebesar 40 MMSCF per hari atau setara dengan kebutuhan bahan bakar untuk PLTU dengan kapasitas 200 MW.” jelasnya.

Bidang lainnya yang juga menjadi bagian dari perjanjian kerja sama ini adalah kerja sama dalam penyiapan teknologi pembangkitan yang mempunyai performa unggul, efisiensi tinggi, dan biaya kompetitif dalam proyek-proyek PLTU berbahan bakar batubara kalori rendah yang sedang dikembangkan perseroan. Meski demikian, dia menegaskan, kerja sama dengan perusahaan dari Amerika Serikat ini, masih merupakan penjajakan awal, dan akan ditindaklanjuti dengan kerja sama yang lebih spesifik.

Pihaknya mencatat, perseroan saat ini memiliki sumber daya batubara sekitar 7,3 miliar ton dan cadangan tertambang 1,99 miliar ton, dengan distribusi 34% merupakan batubara kalori di bawah 4.900 kcal/kg sampai dengan 6.400 kcal/kg (Adb). Sementara sisanya, merupakan batubara kualitas tinggi dengan kalori di atas 6.400 kcal/kg.

Dengan memanfaatkan cadangan yang dimiliki ini, sambung dia, perseroan telah menyiapkan berbagai proyek pengembangan untuk meningkatkan nilai perusahaan secara jangka panjang, baik proyek transportasi, pengembangan energi listrik, coal bed methane maupun proyek benefisiasi batubara lainnya. (lia)