RI Bidik Pasar Fesyen dan Aksesoris Dunia

NERACA

Jakarta - Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional akan berpartisipasi untuk pertama kalinya di Pameran Hong Kong Fashion Accessories (HKFA) 2013, pada 25–27 September 2013, di Hong Kong. Saat ini, terdapat tiga perusahaan asal Indonesia yang akan mengikuti pameran yang telah menarik minat buyer dari Rusia, Amerika Serikat, dan Selandia Baru. Produk tas kulit berbahan baku kulit sapi dan domba dari Loelang Leather misalnya, telah menarik minat New York Look, buyer dari Amerika Serikat.

Selain itu, importir aksesori fesyen asal Selandia Baru, Seban Ltd., tertarik dengan produk tas kulit dan kanvas dari Praja Indogama Sew. Sedangkan Bagsandbags.ru yang merupakan importir dari Rusia tertarik dengan produk tas berbahan kulit ular produksi dari Kias Leather. Ketiga calon buyer ini telah dijadwalkan untuk bertemu dan bernegosiasi langsung dengan para pengusaha Indonesia di Paviliun Indonesia. Keberhasilan menjaring para calon buyer ini tidak lepas dari bantuan Konsulat Jenderal RI di Hong Kong.

HKFA 2013 merupakan pameran bertaraf internasional yang diklaim sebagai pameran terbesar di Hong Kong dan menampilkan produk fesyen seperti tas, sepatu, serta aksesori berkualitas tinggi. Pameran ini diikuti oleh 363 perusahaan yang berasal dari 23 negara dan diperkirakan dikunjungi sekitar 4.000 buyer yang berasal dari Eropa, Amerika, Australia, New Zealand, serta beberapa negara di kawasan Afrika.

HKFA diadakan dua kali setahun, dimana pameran bulan Maret fokus pada aksesori fesyen menjelang musim gugur/musim dingin dan bulan September untuk musim semi/musim panas. Dengan tema “Trade with Remarkable Indonesia”, Paviliun Indonesia akan menempati lahan seluas 120 m2 di Hall 3FG Hong Kong Convention & Exhibition Center. Paviliun Indonesia akan menampilkan leather bag (snake), fashion sandals, beads sandals, hand painted sandals, leather apparel and apparel good, eco jewelry and home décor, gemstones and silver 925, manufacturer of leather and batik products, cocktail dress and accessories, ready to wear for women and men, rattan bags and leather bags combination (cow and sheep), semi finished material, serta handmade accessories.

Sebanyak 18 peserta pameran asal Indonesia yang akan menampilkan berbagai produknya, yaitu Fel & Co International (Kias Leather), Pretty Calla Shoes, Baguda Wear Banyuwangi, Leginayba Bali, Manik Cantik, Culture Update, Patra’s Collection, Bellasima, Sri Djaya Bali, Cultura by Maulana, Mells Collection, Praja Indogama Sew, SSS Silver, Trimoda Uptodate, De Java Fashionable, Loelang Leather, Ekanindya Karsa, dan Charisma Bali.

HKFA ini merupakan kesempatan yang sangat baik, mengingat perlambatan ekonomi dunia yang mulai berdampak pada menurunnya harga komoditas ekspor sehingga penerimaan negara dari ekspor pun mengalami penurunan. Dengan berpartisipasi pada pameran ini, diharapkan Hong Kong dapat mendatangkan buyers dari berbagai negara sehingga meningkatkan transaksi ekspor Indonesia ke dunia.

“Partisipasi pada pameran ini menjadi salah satu upaya peningkatan ekspor produk Indonesia, terutama produk fesyen dan aksesori ke dunia, khususnya ke Hong Kong sehingga dapat memperbaiki posisi neraca perdagangan Indonesia dengan Hong Kong,” ujar Direktur Pengembangan Promosi dan Citra, Ditjen PEN, Kementerian Perdagangan, Pradnyawati dalam siaran persnya, Selasa (24/9).

Nilai total perdagangan Indonesia dengan Hong Kong pada periode Januari–Juni 2013 mengalami penurunan 1% atau sebesar US$2,26 miliar dibandingkan periode yang sama pada tahun 2012 yang mencapai US$2,29 miliar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), selama periode tahun 2007-2011 ekspor fesyen Indonesia meng alami tren positif sebesar 12,4%, dengan negara tujuan ekspor utama Amerika Serikat, Singapura, Jerman, Hongkong, dan Australia. Selama periode Januari-November 2012, data ekspor fesyen mencapai US$12,79 miliar, meningkat 0,5% dibandingkan nilai ekspor periode sebelumnya.

Melihat potensinya yang begitu besar terhadap perekonomian Indonesia, sektor fesyen Indonesia dengan kekuatan lokalnya dapat terus dikembangkan sehingga menjadi pusat mode di kawasan regional, serta memainkan peranan penting di tingkat global.

Related posts