Bayar Obligasi, BTPN Siapkan Dana Rp 424,85 M

NERACA

Jakarta – PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) menyampaikan kesiapan untuk membayar bunga dan pokok obligasi sebesar Rp424,85 miliar dari 2 seri obligasi berkelanjutan tahap III yang diterbitkan perseroan tahun 2010. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Diketahui, obligasi berkelanjutan tahap III tahun 2010 memiliki 2 seri yaitu seri A dengan nilai Rp400 miliar dan Seri B senilai Rp700 miliar. Seri A memiliki tingkat bunga surat utang 8,75%, sedangkan seri B tingkat bunga surat utang sebesar 9,2%.“Kami sudah menyiapkan dana untuk melunasi bunga dan pokok obligasi sebesar Rp424,85 miliar. Saat ini dana tersebut ditempatkan pada term deposit Bank Indonesia dan SBI”, ujar Direktur PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk Arief harris Tandjung.

Jumlah dana yang disiapkan sebesar Rp424,85 miliar tersebut merupakan pokok obligasi perseroan tahap III seri A tahun 2010 senilai Rp400 miliar. Kemudian bunga obligasi tersebut senilai Rp8,75 miliar dan bunga obligasi seri B senilai Rp16,1 miliar. Tanggal jatuh tempo untuk obligasi seri A jatuh pada 22 Desember 2013 sementara seri B jatuh tempo 22 Desember 2015.

Kedua obligasi tersebut mendapat peringkat AA- (idn) dari Fitch rating pada 27 Juni lalu. Bertindak sebagai wali amanat obligasi tersebut adalah PT bank Permata Tbk. Sebelumnya, perseroan juga telah membayarkan bunga obligasi sebesar Rp112,11 miliar untuk obligasi berkelanjutan I BTPN tahap I/2011 seri A dan B. Berdasarkan laporan perseroan di keterbukaan informasi BEI (28/6) disebutkan bahwa bunga obligasi berkelanjutan I BTPN tahap I/2011 seri A senilai Rp3,82 miliar. Adapun, nilai emisi obligasi seri A ini sebesar Rp165 miliar, dengan tingkat bunga senilai 9,25%. Selain itu, diinformasikan bahwa obligasi seri A tersebut akan jatuh tempo pada 28 Juni 2014. (nurul)

BERITA TERKAIT

MNC Investama Bayar Utang US$ 215 Juta

Pangkas beban utang, PT MNC Investama Tbk (BHIT) berencana melunasi pinjaman berdenominasi dollar AS yang segera jatuh tempo. Perusahaan tercatat…

PII Galang Dana Lewat Surat Utang - Bidik Dana Kelola Rp 21 Triliun

NERACA Jakarta – Merambah bisnis industri keuangan, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) membentuk anak usaha…

Saat Obligasi Pemerintah Mengancam Industri Perbankan

  Oleh: Djony Edward Langgam pengaturan bunga di industri keuangan belakangan sedikit tercoreng, terutama dengan gencarnya penerbitan Surat Utang Negara…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

MCAS Bukukan Penjualan Rp 1,1 Triliun

PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) sepanjang sebelas bulan pertama tahun ini mengantongi angka penjualan sebesar Rp1,1 triliun atau meningkat…

Generali Meriahkan Insurance Festival 2017

Sebagai wujud dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan literasi dan inkluasi keuangan, Generali Indonesia turut meramaikan Insurance Festival 2017 yang…

WTON Targetkan Pendapatan Tumbuh 20%

Optimisme tahun depan akan jauh lebih baik kondisi perekonomian dalam negeri, memacu PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menargetkan pertumbuhan…