Perluas Pasar, Fast Food Tambah 34 Gerai - Gurihnya Bisnis Ayam Goreng

NERACA

Jakarta – Gurihnya bisnis ayam goreng menjadi menjadi berkah bagi kinerja PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST). Maka untuk meningkatkan kinerja keuangan lebih agresif lagi, perseroan berencana membuka 34 restoran baru di tahun 2013 ini. Sebanyak 11-12 restoran akan berupa format free-standing. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin(23/9).

Disebutkan, nantinya setengah dari jumlah restoran itu akan berlokasi di pulau Jawa dan sedangkan setengah sisanya di luar Jawa. Saat ini, pemegang lisensi waralaba Kentucky Fried Chicken (KFC) itu sudah punya 446 gerai. Sebanyak 40% di antaranya berada di mal, 36% di bandara, 16% free-standing dan 8% di foodcourt.

Perseroan mengaku akan fokus pada format restoran free-standing karena lebih murah daripada buka di mall, jam operasional lebih fleksibel dan bisa menambah fasilitas lain seperti KFC Coffee Counter. Hingga akhir semester pertama tahun ini, perseroan sudah meraup omzet sebanyak Rp 1,8 triliun, angka ini naik 10,9% dibandingkan omzet tahun sebelumnya pada periode yang sama Rp 1,6 triliun.

Sebagai informasi, PT Fastfood Indonesia Tbk telah merealisasikan penggunaan dana hasil penawaran umum obligasi I/2011 sebesar Rp196,57 miliar. Sekretaris Perusahaan Fast Food Indonesia Justinus Dalimin Juwono pernah bilang, pencapaian itu melebihi perolehan dana bersih dari hasil emisi obligasi tahap pertama pada 2011 sebesar Rp194,88 miliar, “Sebagian besar dana hasil emisi obligasi dialokasikan untuk pembangunan gerai KFC yang menelan dana sebesar Rp132,52 miliar serta renovasi gerai Rp46,77 miliar. Sisanya untuk perluasan gudang produksi sebesar Rp14,75 miliar dan pembangunan gudang baru yang menelan investasi Rp2,53 miliar,\" ungkapnya.

Khusus pembangunan gudang baru, paparnya, realisasi pendanaannya melebihi rencana alokasi penggunaan dana hasil emisi obligasi dalam prospektus sebesar Rp1,95 miliar serta perluasan gudang produksi Rp13,64 miliar. Adapun pada tahun ini, perseroan mengestimasi menyerap belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp300 miliar untuk pengembangan maupun perawatan gerai KFC. Hingga saat ini, jumlah gerai KFC yang dimiliki perseroan mencapai 441 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia.

Asal tahu saja, saat ini pemegang saham utama PT Fast Food Indonesia Tbk adalah PT Indoritel Makmur Internasional Tbk atau dahulu dikenal PT Dyviacom Intrabumi Tbk (DNET) dengan kepemilikan saham sebesar 35,8%. Selain itu, Indoritel Makmur juga memiliki kepemilikan saham di Indomaret sekitar 40% dan PT Nippon Indosari Tbk (ROTI) sekitar 31,5%. (bani)

BERITA TERKAIT

Kadin: Industri Tidak Bisa Langsung Tumbuh Meski Harga Gas Turun

NERACA Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) menilai bahwa penurunan harga gas industri yang rencananya akan mulai berlaku…

Beli Rumah di Usia Muda Bukan Lagi Mustahil

Empat tahun sejak di lantik menjadi perwira polisi, Nuril Fajar (25) memberanikan diri mengambil rumah di usia muda. Hal ini…

Dongkrak Aset Jadi Rp 27,9 Triliun - META Operasikan Proyek Tol dan PLTM

NERACA Jakarta - Genjot pertumbuhan pendapatan dan aset, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META)  bersiap mengoperasikan dua proyek infrastruktur dan melanjutkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rampungkan Rights Issue - Glencore Akuisisi Saham CITA Rp 1,19 Triliun

NERACA Jakarta – Di tengah melorotnya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring dengan sentien virus…

Bentuk Manajemen Baru - Saham AISA Dipastikan Tidak Didelisting

NERACA Jakarta – Resmi terbentuknya manajemen baru pasca tersandung masalah hukum hingga berujung suspensi saham yang berkepanjangan, kini manajemen PT…

Rights Issue, ASSA Lepas 1,25 Miliar Saham Baru

Galang pendanaan di pasar modal, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) bakal melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih…