LPE Kota Sukabumi Melemah Menjadi 5,29%

Sukabumi - Bila dibandingkan dengan tahun 2011 lalu, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) di Kota Sukabumi selalu menunjukan grafik peningkatan. Namun, untuk tahun 2012 LPE Kota Sukabumi melemah. “Memang, di tahun 2012 LPE kita mencapai 5,29% dan itu sangat jauh bila dibandingkan dengan tahun 2011 yang mencapai angka 6,31%“, kata Kabid Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi Ramdani Kurniawan, kepada NERACA, di ruang kerjanya Senin ( 23/9).

Dikatakan dia, penurunan angka LPE tersebut di tahun 2012 bisa diakibatkan salah satunya oleh naiknya BBM sehingga berdampak kepada turunya nilai daya beli. ”Tapi, meskipun terindikasi lemah , namun LPE di Kota Sukabumi tetap bergerak positif”, kata Ramdani.

Dijelaskannya, sektor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap LPE di Kota Sukabumi adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran yang mencapai 48,49%, disusul oleh sektor pengangkutan dan komunkasi 14,82% serta sektor jasa-jasa 12,93%. ”Dominasi ketiga sektor tersebut terhadap LPE mengukuhkan posisi Kota Sukabumi sebagai kota perdagangan”, tandas Ramdani.

Dia juga menambahkan, LPE atau Produk Domestik Regional Bruto(PDRB) menggambarkan kemampuan suatu wilayah untuk menciptakan output (nilai tambah) pada suatu waktu tertentu dan penyusunan PDRB pada publikasi ini menggunakan pendekatan sektoral, yaitu penjumlahan seluruh kompisis nilai tambah yang mampu diciptakan oleh sektor-sektor ekonomi. Mencakup pertanian, pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, listrik, gas dan air bersih, bangunan, perdagangan, restoran dan hotel serta pengangkutan dan komunikasi, lembaga keuangan dan jasa-jasa. “Pada publikasi ini harga ditahun 2000 digunakan sebagai dasar penilaian PDRB atas dasar harga berlaku tahun 2012 mencapai Rp6,658 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2000 mencapai Rp2,149 triliun”, terang dia.

Selain itu, lanjut Ramdani, dari segi investasi baik itu Penanaman Modal Asing (PMA) ataupun Penanaman Modal dalam negeri (PMDN) juga selalu mengalami grafik peningkatan.

Di tahun 2009 investasi PMA nya Rp2,7 miliar. Tahun 2010, target akumulasi nilai investasi PMA sebesar Rp2,7 miliar, sedangkan untuk realisasi akumulasi nilai investasi PMA di tahun tersebut Rp40,3 miliar, atau sebesar 1,493% dari target yang ditetapkan.

Di tahun 2011 target realisasi akumuluasi investasi PMA sebesar Rp43,7 miliar, dan realisasinya mencapai kurang lebih Rp50,2 miliar atau sebesar 15% melebihi target yang telah ditetapkan, dan di tahun 2012 dari target akumulasi inventasi di tahun tersebut Rp68,7 miliar dan realisasinya melebihi target yang sudah ditentukan. ”Sedangkan di tahun 2013 semester I berdasarkan data dari BPMPT akumulasi PMDN mencapai Rp114,2 miliar dengan penyerapan tenag kerjanya mencapai 14,478 dan PMA mencapai Rp186,9 milliar dengan menyerap tenaga kerja sekitar 6528 orang”, kata Ramdani.

Related posts