Meraup Berkah APEC, Dyandra Bidik Laba Rp 60 Miliar

Kebanjiran Event

Selasa, 24/09/2013

NERACA

Jakarta – Jelang perhelatan akbar Asia Pasific Economic Conference (APEC), PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) yang bertindak sebagai penyelenggara dan penanggung jawab acara menargetkan perolehan laba mencapai Rp60 miliar.

Direktur Operasional PT Dyandra Media International Tbk, Danny Budiharto mengatakan, APEC merupakan event yang cukup besar dalam berkontribusi terhadap perseroan hingga 10%.“Untuk APEC, kami meprediksikan akan memperoleh keuntungan sebesar Rp60 miliar atau sekitar 10% dapat dikontribusikan di laba dan pendapatan kami”, ujar dia di Jakarta, Senin (23/9).

Dia mengungkapkan, tahun ini perseroan juga akan menangani 735 acara dan sebagian besar keuntungan perseroan didapat dari penyelenggaraan acara-acara tersebut dan sisanya didapat dari bisnis properti perseroan. Untuk bisnis properti, perseroan menargetkan membangun 21 hotel hingga tahun 2014. Hotel yang sudah terealisasikan sebanyak 7 hotel yang tersebar di berbagai wilayah.

Menurut dia, hingga akhir tahun perseroan akan memiliki 10 hotel dan 11 hotel di tahun depan. Sisanya, 3 hotel lagi akan selesai pada Desember tahun ini.“Nilai investasi untuk pembangunan hotel budget atau berbiaya murah sebesar Rp300 juta per kamar. Untuk investasi pembangunan hotel Santika sekitar Rp500 juta per kamar, sedangkan Amaris Rp300 juta per kamar,”ujar dia.

Nantinya, setelah pembangunan hotel pendapatan perseroan diprediksi akan berimbang antara event dan pendapatan dari properti yaitu hotel. Diakuinya, saat ini event masih mendominasi dalam kontribusi pendapatan perseroan. Perseroan memproyeksikan pendapatan hingga September 2013 sebesar Rp638 miliar atau tumbuh 54% dari periode yang sama ditahun sebelumnya Rp413 miliar.“Hingga akhir tahun target pendapatan kami naik 60% dari tahun sebelumnya. Kita optimis dapat tercapai, walau dipertengahan tahun ada gejolak ekonomi. Terlihat 702 event terselenggara pada tahun lalu, tahun ini mencapai 735 event,”ungkapnya.

Buyback Saham

Kata Danny, dalam kondisi bursa saham yang belum stabil saat ini, perseroan juga berencana siap untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan dana yang disiapkan sebesar Rp85 miliar. Namun, menurut Direktur Keuangan PT Dyandra Media International Tbk Budi Yanto Lusli menyatakan bahwa perseroan akan membeli saham sekitar 20% dari nilai nominal yang disetor penuh.“Buyback akan dilaksanakan selama tiga bulan tertanggal 11 September 2013-11 Desember 2013. Kami telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas untuk melakukan pembelian kembali saham tersebut. Namun kita melihat harga saham terlalu rendah dibandingkan nilai fundamental saham kami”, jelas dia pada kesempatan yang sama.

Menurut dia, saham terendah perseroan dikisaran Rp225-Rp230 per saham dan tertinggi Rp290-Rp300. Meskipun telah mendapat izin buyback pada 11 September lalu, Budi menilai saham belum bagus untuk dibeli kembali. Pasalnya fundamental ada dikisaran Rp350-Rp400 per saham. Diharapkan, melalui pembelian kembali saham tersebut, perseroan yakin dapat membantu stabilisasi harga saham perseroan di BEI.

Selain itu, dengan langkah buyback diyakini tidak akan berdampak negatif secara material terhadap likuiditas dan permodalan perseroan, maupun terhadap status perseroan sebagai perusahaan terbuka. Karena tujuan buyback tersebut untuk menjaga harga saham perseroan tidak jatuh.

Hingga September, perseroan mencatatkan pertumbuhan laba operasi sebesar 85% dari Rp37,86 miliar pada September 2012 menjadi Rp70,06 miliar. Pertumbuhan pendapatan sebesar 54% menjadi Rp638 miliar pada September 2013 dari Rp413 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi terbesar hingga Juli dari segmen penyelenggara pameran dan acara (event organizer) sebesar Rp472 miliar dari sebelumnya Rp274 miliar.“Peningkatan yang cukup besar ini disebabkan karena adanya pertumbuhan jumlah dan luasan pameran yang diadakan dan terus bertambah dengan diselenggarakannya convention and exhibition baru seperti Petroleum Association Conference and Exhibition 2013 yang diselenggarakan pada Mei 2013 lalu”, ujar Direkur Utama PT Dyandra Media International Tbk Lilik Oetama.

Sehingga pada semester kedua tahun ini, segmen penyelenggara pameran dan acara masih akan terus tumbuh dengan diselenggarakannya pameran seperti Indonesia International Motor Show (IIMS). Perseroan targetkan pendapatan akan mencapai Rp1 triliun hingga akhir tahun. (nurul)