Pendidikan Berbasis Industri Harus Diperkuat

Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015

Selasa, 24/09/2013

NERACA

Purwakarta - Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Alex Retraubun mengharapkan lebih banyak lembaga pendidikan berbasis industri guna menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. "Ini ditujukan agar masyarakat Indonesia memiliki daya saing untuk menciptakan produk-produk industri," kata dia saat acara peresmian Politeknik Engineering Indorama di Purwakarta, Senin (23/9).

Lebih lanjut lagi Alex mengungkap kalau saat ini kita menginginkan SDM industri yang berstandar utk menghadapi MEA 2015. Maka diharapkan semakin banyak pendidikan berbasis industri."Indonesia sebenarnya telah menghabiskan uang triliunan rupiah di semua kementerian untuk membicarakan pendidikan ini. Sayang, hasilnya belum bisa dirasakan sebagian besar masyarakat. Kita hanya lebih banyak hit and run, membahas tetapi tidak ada apa-apa,"ungkapnya.

Di tempat yang sama Direktur Industri Tekstil dan Aneka Direktorat Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Ramon Bangun memaparkan peningkatan investasi di sektor industri di Indonesia, tidak diikuti dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM). Hal ini terjadi karena masih minimnya lembaga pendidikan yang berbasis industri.

Hingga kini Indonesia baru mempunyai 3 sekolah tekstil.Padahal kebutuhan perguruan tinggi pencetak tenaga ahli bagi sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) masih besar.Indonesia baru mempunyai 2 perguruan tinggi swasta di bidang TPT dan 1 dimiliki Kemenperin. Mesin-mesin TPT sudah memakai sistem teknologi yang tinggi dan Indonesia membutuhkan lebih dari 1.000 tenaga ahli," ujar dia.

Menurut dia, saat ini total kebutuhan tenaga ahli di sektor TPT mencapai 30 ribu orang. Sebab itu, pemerintah terus memulai pelatihan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja dalam bidang industri ini. Hal ini dibuktikan dengan pelatihan-pelatihan yang dilakukan sejak 2012."Tahun lalu, pemerintah telah melatih 5.100 tenaga kerja untuk tekstil dan banyak perusahaan yang siap untuk menampung. Tahun ini, kami melatih 2.000 orang dan di Jawa Tengah butuh 20 ribu orang, total seluruh Indonesia butuh 30 ribu orang tenaga ahli di bidang TPT," lanjut dia.

Investasi Rp 66 Miliar

Sementara itu, Indorama Group meresmikan Politeknik Engineering Indorama (PEI) yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat. PEI ini didirikan dengan investasi sebesar US$ 6 juta atau Rp 66 miliar. Dalam kompleks politeknik ini dibangun dilahan seluas 6 hektar (ha) dengan fasilitas pendidikan yang lengkap.

"Saat ini jumlah pekerja kami yang berasal dari wilayah Purwakarta mencapai 7 ribu orang. Untuk itu kami rasa perlu meningkatkan SDM siap pakai dengan membangun PEI ini. Ini diharapkan bisa menjadi tujuan bagi para lulusan SMA," ujar Pimpinan Indorama Group SP Lohia .

Siswa engineering akan memiliki akses atas teknologi komputer, labolatorium dengan peralatan yang lengkap, perpustakaan, pelatihan kemampuan bahasa Inggris dan bangsal pelatihan lokasi yang akan memfasilitasi pelatihan kerja.Dalam fase 1, PEI menawarkan program diploma 3 tahun dalam Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Makatronika. Program matrikulasi khusus telah disiapkan untuk membantu siswa untuk merevisi konsep-konsep ilmu pengetahuan alam dan matematika sekolah menegah atas.

Sementara pada fase 2, akan dikembangkan disiplin engineering sehingga mampu menghasilkan 150 lulusan engineering per tahun.Biaya sekolah ini akan disubsidi serta beberapa industri dikawasan sekitar telah memberi dukungan dengan mensponsori siswa-siswa melalui program CSR.Penerimaan siswa akan dimulai pada 30 September 2013 melalui rekrutmen terbuka hingga 31 Oktober 2013.Indorama sendiri merupakan perusahaan manufaktur global dengan aneka produk-produk industrial seperti Polyester, PET resin, PTA, Ethylene Glycol, Polyethylene, Polypropylene, Spun Yarn, Fabrics dan Synthetic Disposable Gloves.

PT Indorama Synthetics Tbk (INDR) sendiri, berencana membangun pabrik tekstil baru di Purwakarta dengan nilai investasi mencapai US$ 30 juta. Pabrik ini diperkirakan memiliki kapasitas 10 tibu ton per tahun.

Pembangunan pabrik ini rencananya akan dimulai pada Oktober dan diperkirakan akan selesai Juni 2014. "Jadi kita ada di sini (Jatiluhur) dan ada di wilayah Cempaka," ujar Direktur PT Indorama Synthetics VS Baldwa.

Pada tahun ini, perusahaan tersebut menargetkan produksi mencapai 270 ribu ton tahun ini untuk benang polyester, polyester serat dan benang pintal. Target ini, menurutnya sedikit lebih besar bila dibandingkan tahun 2012 lalu."Produksi benang pintal kita sendiri lebih baik, mungkin sekitar 55 ribu ton, naik 10%. Ini karena ada tambahan pabrik mulai beroperasi," lanjutnya.