Waspadai Alergi Protein Susu Sapi

Tingkat Alergi Pada Bayi Tinggi

Sabtu, 28/09/2013

Seperti kita ketahui susu memang bagus untuk kesehatan terutama untuk membantu pertumbuhan sang anak, namun susu sapi untuk bayi harus diwapadai, susu sapi bisa menyebabkan alergi pada awal kehidupan bayi, sekitar 2-7% bayi mengalami manifestasi alergi.

Alergi protein susu sapi adalah alergi makanan yang paling umum terjadi pada tahun pertama kehidupan. Alergi ini timbul sebagai akibat dari hipersensitifitas sistem kekebalan tubuh terhadap protein susu sapi. Gejala alergi protein susu sapi dapat pula diwarisi dari orang tua mereka.

Alergi protein susu sapi dapat bermanifestasi pada beberapa sistem organ terutamatigaorgan penting, yaitu kulit, saluran cerna dan pernafasan. Gejala alergi protein susu sapi terbesar terlihat pada kulit bayi.

Sebanyak 50%-70% bayi menunjukan gejaladermatitis atopic, bengkak pada bibir atau kelopak mata (angio-eodema), urtikaria yang tidak berhubungan dengan infeksi akut, konsumsi obat atau penyebab lainnya ketika mengalami alergi protein susu sapi.

Selain itu, 50%-60% bayi mengalami gangguan saluran cerna dengan gejala seringregurgirtasi(gumoh), muntah, diare, konstipasi (dengan/tanpa ruam perianal), darah dalam feses, dan anemia defisiensi besi. Bentuk lain manifestasi alergi protein susu sapi adalah terganggunya sistem pernafasan bayi, sebanyak 20% - 30% bayi mengalami gangguan pernafasan seperti batuk, pilek, dan mengi.

Insiden yang relatif tinggi ini dapat terjadi karena peningkatan permeabilitas usus terhadap molekul besar, atau sistem imunitas bayi yang belum matang (imatur). Menghindari konsumsi protein susu sapi merupakan cara termudah untuk menghadapi alergi susu sapi.

Berdasarkan rekomendasi IDAI, ESPGHAN, dan pedomanAAP Cow’s Milk Protein Allergy,bayi dengan alergi susu sapi dan bayi yang tidak mendapatkan ASI, sebaiknya mendapatkan formula hipoalergenik atau formula protein terhidrolisis secara ekstensif atau Formula Asam Amino untuk mengurangi alergi protein susu sapi pada bayi yang mengonsumsi susu formula.

Melalui tes preklinis yang memadai, diketahui bahwa formula hipoalergenik tidak memicu timbulnya reaksi pada ≥90% bayi dan anak dengan alergi susu sapi yang terkonfirmasi melalui 95% tingkatconfidenceketika diberikan secara prospektif, metodedouble blindacak, ataupun uji control plasebo.

“Mead Johnson berkomitmen untuk menjadi yang terdepan dalam industri nutrisi bayi dan anak yang didasari oleh studi ilmiah, kami memiliki misi untuk menutrisi anak-anak di dunia dan berkomitmen untuk mendukung manajemen alergi protein susu sapi dan gangguan pencernaan,” tutur Cecep FathoniselakuExternal & Medical Affairs Director Mead Johson Indonesia.