Hilangnya Jejak Kehidupan Masa Silam Kota Lampung - Tak Cetak Manuskrip Kuno

Paling tidak sebanyak 400 naskah kuno Lampung tersimpan di museum-museum di luar negeri. Dari inventarisasi koleksi dan dari penelusuran mengenai naskah-naskah kuno Lampung di luar negeri, diketahui naskah kuno Lampung tersimpan di 20 perpustakaan milik museum atau lembaga penelitian di luar negeri.

Salah satunya adalah kamus kuno bahasa Lampung karya Herman Neubronner Van Ver Tuuk yang saat ini disimpan di Universitas Leiden, Belanda. Di Indonesia, manuskrip kamus bahasa Lampung tidak sempat dicetak. Tak ayal, hal itu menyulitkan bagi para peneliti yang hendak melakukan pengkajian tentang budaya dan kehidupan Lampung masa lalu.

Terkait hal tersebut, sejumlah budayawan Lampung mendesak pemerintah daerah memperjuangkan pengembalian kamus kuno bahasa Lampung karya Van Der Tuuk. Pasalnya, sebagai peneliti sekaligus linguis, pria Belanda yang juga adalah orang pertama yang membuat kamus Batak, dan kamus bahasa Bali yang tebalnya sekitar 3.600 halaman itu banyak berjasa dalam mencatat sejarah bahasa Lampung.

\"Kamus kuno bahasa Lampung merupakan salah satu karya penting Van Der Tuuk dan merupakan aset budaya yang nilainya sangat tidak ternilai, namun ketiadaaan duplikatnya di Indonesia menyebabkan kita kehilangan jejak sejarah,\" kata budayawan Oyos Saroso HN

Oyos menjelaskan, upaya melacak kamus kuno bahasa Lampung karya Van Der Tuuk itu harus langsung dilakukan melalui komunikasi antara pemerintah Indonesia-Belanda melalui kerjasama bilateral, bukan oleh perorangan, karena menyangkut hak cipta dan kekayaan intelektual yang pengesahan dan legalitas hukumnya dipegang langsung oleh Belanda.

Sementara itu, peneliti yang intens melakukan penelitian tentang Van Der Tuuk dan karyanya, Arman AZ,menceritakan kamus kuno bahasa Lampung tersebut setebal hampir 600 halaman dan dibuat saat Van der Tuuk berada di Lampung selama 1868-1869.

“Ternyata dari kamus tersebut diketahui banyak ungkapan Lampung kuno yang sudah punah dan banyak tidak digunakan lagi saat ini,” tutur dia.

BERITA TERKAIT

Kondisi TPSA Sukabumi Tak Sanggup Tampung Sampah Lagi

Kondisi TPSA Sukabumi Tak Sanggup Tampung Sampah Lagi NERACA Sukabumi - Kondisi Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Kota Sukabumi tergolong…

BI : Siklus Krisis Ekonomi 10 Tahunan Tak Relevan

      NERACA   Jakarta - Pernyataan bahwa siklus krisis ekonomi di Indonesia akan terjadi setiap 10 tahun sekali…

Dandim 0607/Kota Sukabumi Coffee Morning Bersama Pimpinan Bank

Dandim 0607/Kota Sukabumi Coffee Morning Bersama Pimpinan Bank NERACA Sukabumi - Komandan Distrik Militer (Dandim) 0607/Kota Sukabumi Letkol Mahfud As'ad,…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Pengembangan Strat Up Dimulai dari Kampus

      Pengembangan perusahaan pemula atau "start-up company" harus dimulai dari kurikulum di perguruan tinggi, demikian disampaikan Rektor Universitas…

Berpacaran Dibawah Umur, Ini Dampak Negatifnya

      Pada saat ini, kita hidup di dalam generasi milenial, dimana orang-orang hidup berdampingan dengan teknologi. Teknologi komunikasi…

Kembalikan Lagu untuk Anak Indonesia

      Lagu merupakan suatu bentuk seni yang digemari setiap kalangan dan sebuah bentuk ekspresi yang dapat menembus banyak…