Tarif Dinamis Tol Akan Dipelajari Menteri PU

Senin, 23/09/2013

NERACA

Makassar – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto berjanji akan mengkaji penggunaan tarif dinamis tol. Wacana tarif dinamis tol ini mengemuka untuk menyelesaikan permasalahan padatnya kendaraan di jalan tol pada waktu-waktu sibuk. Perlu semacam dorongan agar pengguna kendaraan mau masuk tol pada jam-jam yang tidak sibuk, sehingga kemacetan di dalam tol dapat direduksi.

Konsepnya sederhana, tarif tol pada jam-jam sibuk akan dibuat lebih mahal daripada tarif tol pada jam-jam senggang. Dengan begitu, terdapat peralihan pengguna tol dari padat ke senggang.

“Harus saya kaji betul itu. Kalau itu keinginan publik, saya tampung. Nanti tim saya akan pelajari, itu bermanfaat atau tidak,” kata Djoko di Makassar, Sabtu (21/9).

Djoko mengatakan belum pernah melihat kebijakan semacam itu sebelumnya. Belum ada negara yang memberlakukan hal tersebut, sehingga perlu kajian yang mendalam.

Sebelumnya, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo menyambut baik tarif dinamis tol tersebut. Dia berpesan, prinsip yang harus dipegang adalah bahwa pada tarif yang lebih mahal, konsumen harus mendapatkan lebih banyak. Dan sebaliknya, pada tarif yang lebih murah, konsumen mendapatkan lebih sedikit.

Menurut Sudaryatmo, pemberlakuan kebijakan tarif tol dinamis ini perlu dilakukan segera untuk mengurai kemacetan yang ada di jalan tol, terutama di Jakarta. Namun, Menteri PU mengatakan, permasalahan kemacetan di dalam tol bukanlah hanyalah karena jumlah jalan tol yang ada belum mencukupi. [iqbal]