Perkuat Bisnis Asuransi, BCA Suntik Modal Central Sejahtera

Borong 75% Saham

Jumat, 20/09/2013

NERACA

Jakarta-PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyelesaikan pembelian saham PT Central Sejahtera Insurance (“PT CSI”) yang dimiliki oleh Dana Pensiun Bank Central Asia senilai Rp102 miliar. Hal ini dilakukan seiring penandatanganan akta jual beli saham (“AJB”) yang dilakukan perseroan dengan Dana Pensiun Bank Central Asia pada 28 Juni 2013. Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Perusahaan, Inge Setiawati dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (19/9).

Disebutkan, dalam akta jual beli saham tersebut Dana Pensiun Bank Central Asia mengalihkan hak atas 75% yang telah ditempatkan dan disetor penuh pada PT Central Sejahtera Insurance. Pengalihan hak atas saham PT CSI tersebut efektif pada 17 September 2013 setelah mendapatkan persetujuan regulator.

Persetujuan tersebut antara lain terkait perubahan pemilikan saham dari OJK, dan perseroan memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia untuk melakukan penyertaan modal pada PT CSI yang merupakan perusahaan asuransi yang bergerak di bidang usaha asuransi kerugian. Transaksi jual beli saham yang dimiliki Dana Pensiun Bank Central Asia dalam PT CSI bukan merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam peraturan Bapepam LK No.IX.E.2 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.

Hal tersebut dikarenakan nilai transaksi tidak mencapai 20% dari ekuitas perseroan. Meski demikian, transaksi jual beli saham ini merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam peraturan Bapepam LK tentang transaksi afiliasi dan benturan kepentingan transaksi tertentu. Hubungan afiliasi tersebut karena Dana Pensiun Bank Central Asia adalah dana pensiun yang didirikan dan dikendalikan baik secara langsung maupun tidak langsung oleh perseroan.

Untuk menopang kinerjanya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terus memperbesar lini bisnisnya di sektor asuransi, pembiayaan, dan sekuritas dengan menyuntikan dana segar. Sebelum menandatangani akta jual beli saham ini, manajemen perseroan mengaku telah menandatangani perjanjian nota kesepahaman dengan PT Multikem Suplindo (MS) dan PT Sinar Mitra Sepadan Finance (SMSF) untuk membeli sebagian saham dalam PT Central Sentosa Finance (CSF). Melalui penandatanganan tersebut, BCA akan mengambilalih 45% saham CSF dari MS dan SMSF.

Berbeda dari transaksi dengan CSI, dalam transaksi CSF, BCA telah memiliki sejumlah saham melalui PT BCA Finance. Dengan begitu, pada saat efektifnya pengalihan saham dari MS dan SMSF, total saham CSF yang dimiliki BCA menjadi 70%. Rinciannya, BCA secara langsung memiliki 45%, dan memiliki secara tidak langsung melalui BCA Finance sebanyak 25%.

Sepanjang semester pertama 2013 ini, perseroan mencatatkan laba bersih setelah pajak konsolidasi pada semester pertama 2013 senilai Rp 6,3 triliun. Perolehan ini didukung pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya yang meningkat 22,5% pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Sementara itu, rasio kredit bermasalah sebesar 0,4%, sedangkan rasio cadangan terhadap kredit bermasalah sebesar 384,5%. Pihaknya mencatat, pertumbuhan sektor kredit sebesar 24,1% pada semester pertama 2013 senilai Rp 280,4 triliun dibandingkan pada periode yang sama di tahun sebelumnya senilai Rp 226 triliun. (lia)