Akhir Pekan, IHSG Masih Berpeluang Menguat

Jumat, 20/09/2013

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Kamis sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat tajam 207 poin menyusul aksi borong saham di seluruh lapisan saham. Dana asing kembali masuk lantai bursa, mendorong IHSG naik paling tinggi di antara bursa Asia.

Kata Head of Investment PT AAA Asset Management, Siswa Rizali, penguatan pergerakan bursa saham saat ini didominasi oleh sentimen makro global, dimana the Fed menyatakan tetap melanjutkan program stimulus keuangannya sebesar US$ 85 miliar per bulan, “Saat ini sentimen global lebih penting dari pada fundamental perusahaan atau kondisi ekonomi makro Indonesia,”ujar dia di Jakarta, Kamis (19/9).

Menurut dia, instrumen saham dan surat utang negara (SUN) sama-sama masih menarik. Hanya saja volatilitas saham sepertinya masih potensial tinggi mengingat dalam waktu singkat penguatannya telah membuat valuasi kembali netral.

Dirinya mengaku pihaknya sedang fokus ke saham berkapitalisasi besar diantaranya Astra International (ASII), Bank Rakyat indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), Semen Gresik (SMGR), Unilever (UNVR), Indofod Sukses Makmur (INDF), dan Nippon Indosari Corpindo (ROTI).

Sementara analis HD Capital, Yuganur Wijanarko menambahkan, secara teknikal penguatan IHSG BEI yang disebabkan oleh euphoria stimulus the Fed yang tetap berlanjut membuat rentan terhadap aksi jual."Waspadai juga keadaan jenuh beli yang memberikan indikasi momentum penguatan dapat melambat,”tandasnya.

Berikutnya, indeks BEI Jum’at akhir pekan masih akan melanjutkan penguatan karena sentimen The Fed yang tetap melanjutkan kebijakan tapering of. Sebagai informasi, pada perdagangan kemarin, IHSG melesat 207,479 poin (4,65%) ke level 4.670,733. Sementara Indeks LQ45 meroket 41,593 poin (5,53%) ke level 793,794. Seluruh saham jadi sasaran aksi beli, membuat indeks sektoral kompak menghijau dengan penguatan rata-rata di atas lima persen. Penguatan tertinggi kali diraih oleh sektor konstruksi. Dana asing pun mengalir masuk ke lantai bursa.

Tercatat transaksi investor asing melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 1,05 triliun di pasar reguler dan negosiasi. Perdagangan berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 288.777 kali pada volume 9,987 miliar lembar saham senilai Rp 12,212 triliun. Sebanyak 255 saham naik, sisanya 56 saham turun, dan 63 saham stagnan.

Bursa-bursa regional mempertahankan momentum dan bertahan positif. Meski positif, penguatan bursa Asia masih kalah dari IHSG yang melesat tinggi. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Taisho (SQBI) naik Rp 44.000 ke Rp 269.000, Mayora (MYOR) naik Rp 2.100 ke Rp 33.200, Indocement (INTP) naik Rp 1.600 ke Rp 21.500, dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.500 ke Rp 69.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 750 ke Rp 20.750, Chandra Asri (TPIA) turun Rp 250 ke Rp 3.950, Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 100 ke Rp 5.400, dan Primarindo (BIMA) turun Rp 100 ke Rp 800.

Pada perdagangan sesi I, indeks BEI juga ditutup menguat tajam 194,946 poin (4,37%) ke level 4.658,200. Sementara Indeks LQ45 melonjak 40,010 poin (5,32%) ke level 792,211. Investor yang kemarin masih menahan diri kini langsung kalap berburu saham. Pasalnya, dengan adanya stimulus ekonomi AS akan terus tumbuh dan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global.

Seluruh saham jadi sasaran aksi beli, membuat indeks sektoral kompak menguat. Penguatan tertinggi kali diraih oleh sektor konstruksi. Dana asing pun mengalir masuk ke lantai bursa. Perdagangan berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 188.001 kali pada volume 6,179 miliar lembar saham senilai Rp 7,578 triliun. Sebanyak 243 saham naik, sisanya 36 saham turun, dan 69 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indocement (INTP) naik Rp 1.500 ke Rp 21.400, Unilever (UNVR) naik Rp 1.250 ke Rp 32.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.050 ke Rp 40.800, dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.000 ke Rp 69.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Chandra Asri (TPIA) turun Rp 225 ke Rp 3.975, Taisho (SQMI) turun Rp 50 ke Rp 550, ABM Investama (ABMM) turun Rp 50 ke Rp 2.700, dan Pudjiadi (PUDP) turun Rp 35 ke Rp 455.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 113,32 poin atau 2,54% menjadi 4.576,57. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 28,90 poin (3,84%) ke level 781,11, “Bursa Asia, termasuk indeks BEI dibuka menguat setelah The Fed diluar ekspektasi pasar memutuskan belum akan mengurangi besaran stimulus moneternya (QE3)," kata analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Benedictus Agung menambahkan penguatan harga komoditas menambah sentimen positif di pasar dengan harga minyak dunia menguat sebesar 2,5% kemarin ke level US$ 108 per barel."Seiring positifnya sentimen dari bursa global dan ditambah dengan nilai tukar rupiah yang stabil, IHSG BEI kembali berada dalam area positif,"ujar dia. (bani)