Perkuat Likuiditas, Panin Syariah Berniat IPO

Targetkan Akhir Tahun

Kamis, 19/09/2013

NERACA

Jakarta – Menyusul rencana PT Bank Mandiri Syariah go public, rupanya bakal di ikuti pula PT Bank Panin Syariah yang juga berencana melakukan penawaran perdana saham/initial public offering (IPO) pada akhir Desember 2013 dan paling lambat awal tahun 2014.

Direktur Utama PT Evergreen Capital, Rudi Utomo mengatakan, PT Bank Panin Syariah telah melakukan mini expose ke Bursa Efek Indonesia (BEI). PT Bank Panin Syariah akan melepas sekitar 5 miliar saham ke publik dengan nilai nominal Rp100. "Kami baru menyampaikan dokumen dan mini expose ke BEI,”ujarnya di Jakarta, Rabu(18/9).

Rudi menambahkan, PT Bank Panin Syariah akan melakukan penawaran perdana saham pada akhir Desember 2013, dan paling lambat awal tahun 2014. Sebelumnya, Bank Syariah Mandiri berencana untuk mencatatkan sahamnya di bursa melalui penawaran saham perdana pada 2014.

Direktur Utama PT Bank Syariah Mandiri Yuslam Fauzi pernah bilang, pemegang saham Bank Syariah Mandiri, yakni Bank Mandiri sudah berkeinginan agar bank syariah itu segera IPO, “Saat ini pemikiran yang agak ideal dilakukan paling lambat 2014," kata Yuslam Fauzi.

Yuslam mengatakan penawaran saham perdana itu hingga saat ini masih dalam tahap pembahasan antara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk selaku pemegang saham dengan Mandiri Sekuritas, unit usaha Bank Mandiri yang menangani penawaran saham.Selain itu, Yuslam mengatakan, sejumlah perusahan sekuritas lainnya juga sudah menyatakan keinginannya untuk berpartisipasi dalam penawaran saham perdana BSM."Niat kami untuk melakukan penawaran saham sudah kuat pada 2014. Kami ingin hal itu sudah terealisasi pada awal tahun. Namun, bukan tidak mungkin terjadi mukjizat sehingga penawaran saham dilakukan akhir tahun ini," tuturnya.

Yuslam juga belum bisa memaparkan mengenai jumlah saham yang akan ditawarkan kepada publik. Menurut dia, hal itu juga masih dalam pembicaraan. Begitu pula dengan tambahan modal yang akan diterima bila saham ditawarkan kepada publik."Namun, untuk perusahaan sekelas BSM, bila saham yang ditawarkan 20%, saya yakin bisa mendapatkan Rp2 triliun hingga Rp3 triliun," katanya.

Menurut Yuslam ada beberapa konsekuensi bila perusahaan berubah menjadi perusahaan terbuka, yaitu harus memberikan pertanggungjawaban kepada publik sehingga asas transparansi dan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) harus dikedepankan."BSM selama ini sudah disiplin dan transparan sehingga kami cukup percaya diri menjadi perusahaan terbuka. Bahkan, kalaupun harus dilakukan hari ini pun kami siap," katanya.

Sebagai informasi, BEI mengharapkan ada 30 perusahaan dapat mencatatkan perdana saham pada 2013. Hingga 12 September 2013, ada 25 emiten yang telah mencatatkan perdana saham di BEI. (bani)