Perluas Distribusi, Indomobil Gandeng Renault

NERACA

Jakarta-PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS) kembali memperluas distribusi penjualan mobilnya dengan menggandeng Renault untuk menjual varian sport utility vehicle (SUV) bermerk Duster. Informasinya, selain distribusi, IMAS juga menjadi pihak yang melakukan perakitan atau assembling untuk mobil bermesin diesel ini. “Duster dijual mulai pagelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2013,” kata Direktur Utama IMAS, Jusak Kertowidjojo di Jakarta, Rabu (18/9).

Dia mengatakan, untuk kerja sama ini pihaknya tidak mengeluarkan nominal investasi karena assembling dilakukan di pabrik yang sudah dimiliki IMAS. Tercatat, perseroan mengelola sejumlah merek antara lain Audi, Foton, Great Wall, Hino, Kalmar, Liugong, Manitou, Nissan, Renault, Suzuki, dan Volkswagen. Selain distributor penjualan kendaraan, bisnis utama perseroan juga meliputi jasa pembiayaan, perakitan kendaraan bermotor, produsen komponen otomotif, dan kelompok usaha pendukung lainnya.

Sepanjang semester pertama 2013, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp370,05 miliar, atau turun sebesar 18,07% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp451,71 miliar. Meski demikian, penghasilan bersih naik sebesar 5,94% menjadi Rp10,48 triliun pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp9,89 triliun.

Beban pokok penghasilan semester pertama 2013 perseroan naik menjadi Rp9,18 triliun pada dibandingkan sebelumnya sebesar Rp8,63 triliun. Laba kotor perseroan naik menjadi Rp1,30 triliun pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp1,26 triliun. Sementara itu, pendapatan keuangan perseroan turun menjadi Rp26,33 miliar pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp34,08 miliar.

Total liabilitas pada 30 Juni 2013 perseroan naik menjadi Rp13,66 triliun dibandingkan periode 31 Desember 2012 senilai Rp11,66 triliun. Ekuitas semester pertama 2013 perseroan naik menjadi Rp5,95 triliun dibanidngkan pada 31 Desember 2012 senilai Rp5,70 triliun. Kas dan setara kas perseroan naik menjadi Rp1,5 triliun pada semester pertama 2013 dari posisi 31 Desember 2012 senilai Rp1,13 triliun. (lia)

BERITA TERKAIT

Tawarkan Bunga 12% - Sky Energy Indonesia Rilis MTN Rp 300 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendukung ekspansi bisnisnya, PT SKY Energy Indonesia Tbk (JSKY) tengah mencari pendanaan sebesar Rp300…

Catatkan Kinerja Keuangan Anjlok - Bisnis Batubara IMTG Cetak Raport Merah

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019 kemarin, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan raport merah untuk kinerja keuangan. Pasalnya,…

Buntut Harga Saham Jatuh - Totalindo Kaji Kembali Rencana Rights Issue

NERACA Jakarta –Nyungsepnya harga saham PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) hingga di posisi level terendah Rp 50 per lembar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kadin: Industri Tidak Bisa Langsung Tumbuh Meski Harga Gas Turun

NERACA Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) menilai bahwa penurunan harga gas industri yang rencananya akan mulai berlaku…

Beli Rumah di Usia Muda Bukan Lagi Mustahil

Empat tahun sejak di lantik menjadi perwira polisi, Nuril Fajar (25) memberanikan diri mengambil rumah di usia muda. Hal ini…

PP Properti Rilis Obligasi Rp 401,3 Miliar

Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnisnya, emiten properti PT PP Properti Tbk (PPRO) akan menerbitkan dua seri obligasi senilai dari…