Mandiri Sediakan Layanan Perbankan di TPK Koja

Kamis, 19/09/2013

NERACA

Jakarta - Untuk mendukung peningkatan efisiensi dalam kegiatan pelayanan bongkar muat peti kemas dan transhipment di Pelabuhan Tanjung Priok, Bank Mandiri menyediakan layanan perbankan di Terminal Peti Kemas (TPK) Koja. Layanan transaksi melalui jaringan Sarana Elektronik Cargolink ini dapat memudahkan proses pembayaran pengguna jasa TPK Koja.

Direktur Commercial and Business Banking, Bank Mandiri, Sunarso mengatakan layanan ini diharapkan dapat mempercepat dan efisien dalam pengelolaan keuangan perusahaan. “Serta meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan keuangan perusahaan serta memudahkan transaksi pembayaran pengguna jasa kepada TPK Koja, sehingga pada akhirnya, pelayanan kepelabuhan dapat lebih cepat,” ujar Sunarso di Jakarta, Rabu (18/9)

Selain itu, Mandiri menargetkan untuk memenuhi kebutuhan 102 perusahaan dari kerjasama ini. “Perusahaan yang kita sasar sebanyak 102 perusahaan yang menggunakan jasa di TPK Koja,” kata Sunarso.

Sunarso mencontohkan, bila saldo perusahaan tersebut rata-rata USD5 miliar bisa masuk dana sekira Rp500 miliar. Pasalnya, 102 perusahaan tersebut menjadi prioritas saat ini. "102 itu prioritas yang sering keluar masukan barang," jelas Sunarso.

Sementara itu, General Manager TPK Koja Indra Hidayat Sani mengungkapkan, solusi yang disediakan Bank Mandiri sangat tepat dalam meningkatkan kemudahan transaksi keuangan TPK Koja. “Kami merasa optimis, melalui kerjasama dengan Bank Mandiri, layanan jasa kepelabuhan TPK Koja dapat terus meningkat dan berkembang ke arah yang lebih baik,” ujar Indra.

Kerjasama layanan perbankan ini, lanjut Sunarso, merupakan salah satu realisasi komitmen Bank Mandiri dalam mendukung peningkatan kelancaran arus barang, arus dana dan arus dokumen guna mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Menurut Sunarso, untuk ekosistem pelabuhan, Mandiri mengembangkan layanan payment system untuk pembayaran biaya terminal handling, pajak ekspor-impor, dan biaya-biaya lain seperti biaya pengapalan dan asuransi. Layanan ini sudah bisa dimanfaatkan oleh pabean, container terminal, shipping company/forwarder, asuransi dan eksportir-importir.

Layanan perbankan lain yang juga dikembangkan Bank Mandiri meliputi pemberian jasa advisory (mengenai regulasi perdagangan internasional yang berlaku, risiko dan mitigasinya), pembiayaan pra pengapalan, pembiayaan pasca pengapalan, serta pembiayaan deferred payment (penundaan pembayaran impor).

Melalui kerjasama ini, sistem Cargolink akan terintegrasi dengan layanan cash management Bank Mandiri, sehingga TPK Koja dapat menerima pembayaran secara real time atas jasa kepelabuhannya dari para consignee, perusahaan pelayaran, forwarding agent, terminal petikemas, bank dan pihak terkait di bisnis jasa kepelabuhan.

Saat ini transaksi melalui layanan cash management Bank Mandiri mencapai 13,7 juta transaksi dengan nilai sebesar Rp 1.249,9 triliun hingga Juli 2013. Nilai transaksi itu naik 57% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 796,1 triliun. Adapun, jumlah pengguna layanan Mandiri Cash Management pada Juli 2013 sebanyak 78.117 pengguna. Jumlah itu diharapkan bertambah menjadi 103.899 pengguna pada akhir 2013. [sylke]