Target Pembiayaan LPEI Lampaui Target

NERACA

Jakarta - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mengaku bahwa pembiayaan kredit ekspornya telah melebihi target hingga September 2013. Kepala Divisi Pembiayaan II Indonesia Eximbank, Yudhi Trilaksono, menuturkan pembiayaan kredit ekspor LPEI sebesar Rp35 triliun. Hal ini sudah melampaui target mereka, di mana hingga akhir tahun ini mencapai Rp30 triliun. Tren peningkatan ini, lanjut Yudhi, sudah terlihat sejak 2009 lalu. Saat itu capaian target pembiayaan LPEI baru Rp8 triliun.

“Artinya, hingga tahun 2013, capaian pembiayaan kredit ekspor menunjukan peningkatan sekitar 3,5-4 kali lipat. Itu menunjukkan pertumbuhan permintaan pembiayaan dari para eksportir kian meningkat. Kemungkinan besar kita akan merevisi target, dan hal itu sudah dibahas. Meskipun begitu, kita melakukannya dengan hati-hati dan tidak terburu-buru,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (18/9).

Lebih lanjut Yudhi menjelaskan, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sama sekali tidak mengganggu kinerja LPEI. Dia mengaku hal ini disebabkan pola kerja pembiayaannya terbilang likuid terhadap nilai tukar. Namun, selama ini permintaan kredit dari para eksportir memang masih berlangsung untuk pembiayaan kegiatan infrastruktur.

“Sebenarnya kredit kita juga bisa dilakukan untuk men-direct bahan ekspor. Tapi memang selama ini lebih banya untuk menunjang infrastruktur ekspor. Baik itu melalui pembiayaan langsung maupun tidak langsung atau partisipatif,” tutur Yudhi. Mengenai suku bunga pembiayaan yang diterapkan LPEI, dia mengaku belum ada perubahan. Meskipun Bank Indonesia (BI) terus menaikan suku bunga acuan atau BI Rate pada leve; 7,25%. Sebab, bertahannya suku bunga pembiayaan karena ada perbedaan sumber dana yang diterima LPEI dengan bank swasta lainnya.

“Kebetulan suku bunga masih belum berubah yaitu bertahan di kisaran 9%-10%. Karena sumber pendanaan kita dari pemerintah juga sebagian dari pinjaman bank-bank di luar negeri. Beda kalau bank swasta murni dari masyarakat. Namun bisa jadi akan ada perubahan. Karena sejauh ini masih dalam tahap penyesuaian atau adjustment,” ungkap Yudhi.

Pembiayaan baru

Dengan demikian, lanjut dia, LPEI tidak mengalami kredit macet atau nonperforming loan (NPL). Yudhi juga mengaku pihaknya masih mampu menjaga NPL hingga di bawah 1% nett. “Ini akan terus kita jaga hingga akhir tahun. Ditambah lagi kondisi ekonomi global yang tidak menentu,” paparnya. Lebih jauh Yudhi menjelaskan pendanaan yang diterima LPEI dari pemerintah wajarnya senilai Rp8 triliun per tahun. Di dalamnya terpecah dalam bentuk obligasi. Porsinya sendiri senilai Rp7 triliun merupakan anggaran yang dapat digunakan untuk menopang kinerja. Sedangnya sisanya sebesar Rp1 triliun merupakan laba ditahan.

LPEI, sambung Yudhi, menandatangai kredit sindikasi dengan tiga bank, yaitu PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, dan Bangkok Bank Cabang Jakarta. Melalui konsorsium ini, LPEI turut berpartisipasi menyumbang uang senilai Rp479,3 miliar dari total pinjaman Rp5,27 triliun. Sedangkan sisanya terbagi-bagi menjadi Rp958,6 miliar dari Bangkok Bank serta BNI dan BRI masing-masing sebesar Rp1,92 triliun. “Hingga September ini, 60% kinerja kita berasal dari sindikasi. Baik dalam bentuk dolar AS maupun rupiah,” tukas Yudhi. [lulus]

BERITA TERKAIT

PROVINSI SUMATERA SELATAN - Adira Paling Banyak Kucurkan Pembiayaan Sepeda Motor

PROVINSI SUMATERA SELATAN Adira Paling Banyak Kucurkan Pembiayaan Sepeda Motor NERACA Palembang - Perusahaan pembiayaan Adira Finance hingga sekarang ini…

Intiland Catatkan Penjualan Rp 3 Triliun - Melesat Dari Target

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil meraih pendapatan penjualan (marketing sales) sebesar Rp3 triliun hingga…

MNC Leasing Bidik Pasar Pembiayaan Alkes

NERACA Jakarta – Besarnya potensi pasar industri alat kesehatan (Alkes) di Indonesia, menjadi ceruk pasar yang cukup menjanjikan. Oleh karena…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

10 LKM Syariah Kantongi Izin dari OJK

  NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan izin operasi sepuluh Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKM Syariah) yang diharapkan…

BTN Ajak Mahasiswa jadi Entrepreneur Properti

  NERACA Yogyakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. siap mengawal para mahasiswa untuk menjadi entrepreneur muda handal di bidang properti…

Bank Muamalat Resmikan Unit Program Social Trust Fund Di Bali

  NERACA Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. (Bank Muamalat) secara resmi memperkenalkan Unit Program Social Trust Fund (STF)…