Pembangunan Pabrik CGA Antam Capai 97% - Targetkan Comissioning Oktober 2013

NERACA

Jakarta-PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) memastikan, pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) yang berlokasi di Tayan, Kalimantan Barat bersiap memulai commissioning pabrik yang direncanakan pada akhir bulan Oktober 2013. “Saat ini tim kami sedang fokus untuk mempersiapkan commissioning pabrik CGA Tayan pada akhir bulan Oktober 2013. EPC progress proyek CGA Tayan sampai dengan akhir bulan Agustus 2013 telah mencapai 97%.” kata Direktur Utama ANTAM, Tato Miraza di Jakarta, Rabu (18/9).

Konstruksi proyek CGA Tayan sendiri, menurut dia, telah berjalan sejak Juni 2011 dan akan mengolah cadangan bauksit ANTAM untuk memproduksi 300.000 ton CGA per tahun. Komoditas CGA Tayan ini selanjutnya akan diekspor ke Jepang dan negara-negara lainnya, termasuk pasar domestik Indonesia.

Jika smelter grade alumina digunakan untuk pembuatan logam aluminum, kata dia, produk CGA yang diproduksi akan diaplikasikan untuk memproduksi bahan pendukung komponen fungsional dan komponen elektronik. Beberapa komponen tersebut antara lain refractories, abrasives, produk bangunan, Integrated Circuit (IC), bahan untuk LCD screen dan lain-lain.

Proyek CGA Tayan, sambung dia, dikembangkan oleh PT Indonesia Chemical Alumina (ICA), yang merupakan perusahaan patungan antara perseroan dengan Showa Denko K.K. (SDK) Jepang. Tercatat, perseroan memiliki 80% saham PT ICA dengan sisa kepemilikan 20% saham dipegang oleh SDK. “Pendanaan proyek berasal dari internal ANTAM dan SDK pinjaman dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) serta pinjaman komersial.” imbuhnya.

Untuk komoditas bauksit, pihaknya mencatat jumlah cadangan dan sumber daya bauksit pada akhir Juni 2013 tercatat 546,8 juta wmt, naik 15% dibandingkan cadangan dan sumber daya bauksit pada akhir tahun 2012 yang mencapai 473,9 juta wmt. Sementara untuk jumlah cadangan dan sumber daya emas perseroan per akhir Juni 2013 tercatat sebesar 9,5 juta dry metric ton (dmt), naik 5% dibandingkan jumlah cadangan dan sumber daya emas pada akhir tahun 2012 yang mencapai 9,0 juta dmt.

Untuk komoditas nikel, perseroan meningkatkan jumlah cadangan dan sumber daya menjadi 855,9 juta wet metric ton (wmt), naik 4% dibandingkan jumlah pada akhir tahun 2012 sebesar 825,2 juta wmt. Selain berfokus pada komoditas utama, perseroan juga melakukan kegiatan eksplorasi mineral industri lainnya seperti batubara dan zirkon. Total biaya tidak diaudit untuk aktivitas eksplorasi selama semester pertama 2013 mencapai Rp105,05 miliar.

Dalam pengembangan usaha tahun ini,manajemen perseroan sebelumnya mengaku akan segera merealisasikan untuk melakukan kegiatan eksplorasi di Myanmar. Sebagai tahap awal, perseroan akan fokus pada komoditas tambang emas. “ANTAM tengah mempersiapkan untuk memulai kegiatan eksplorasi di Myanmar dengan fokus pada komoditas emas, dan saat ini dalam proses perijinan untuk memulai eksplorasi.” kata Sekretaris perusahaan, Tri Hartono.

Selain memproses izin eksplorasi di Myanmar, menurut dia, saat ini perseroan juga tengah mengajukan ijin pinjam pakai kawasan hutan untuk dapat meneruskan kegiatan eksplorasi emas di wilayah pegunungan Bintang, Papua. (lia)

Related posts