Inggris "Tempel" Indonesia Bahas Kerja Sama Investasi dan Perdagangan

NERACA

Jakarta - His Royal Highness Duke of York (Prince Andrew) mengunjungi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa di kantor Kementerian Perekonomian di Jakarta, Rabu (18/9). Kunjungan Pangeran Andrew tersebut bermaksud untuk membangun momentum dari kemajuan kerja sama yang telah dicapai, sekaligus memperkuat hubungan Inggris dengan Indonesia.

“Saya melakukan pembicaraan dengan Duke of York kalau kita di Indonesia menyebutnya pangeran Andrew sebagai representatif dari Inggris United Kingdom untuk trade and investment,” kata Hatta usai pertemuan di Jakarta, Rabu (18/9).

Kunjungan Duke of York merupakan tindak lanjut pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Inggris pada April 2012. Ketika itu, telah disepakati komitmen untuk meningkatkan volume perdagangan kedua negara pada tahun 2015. Pangeran Andrew memfokuskan pembicaraan untuk memperdalam hubungan bilateral Inggris dengan Indonesia di sektor perdagangan dan investasi, sains dan inovasi, serta pendidikan

“Nah, 2013 kita lihat ada peningkatan, artinya ada kenaikan di tengah situasi perekonomian global yang seperti ini, kita tentu bekerja keras untuk mencapai 4,4 miliar poundsterling pada 2015. Ini salah satu materi yang dibicarakan dengan pangeran Andrew,” kata Hatta. Kunjungan ini, kata Hatta, akan membagun momentum dari kemajuan kerja sama yang telah dicapai Indonesia dan Inggris, sekaligus memperkuat hubungan kedua negara.

Sebelumnya pada April 2012, Presiden Republik Indonesia dan Perdana Menteri Inggris telah menjalin kesepakatan untuk berkomitmen meningkatkan perdagangan barang dan jasa pada tahun 2015 ke angka US$7 miliar.

\"Inggris berkomitmen penuh memperkuat hubungan baik dengan Indonesia. Kunjungan Perdana Menteri David Cameron ke Jakarta dan kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Inggris atas undangan Yang Mulia Ratu Inggris merupakan sebuah kontribusi besar bagi hubungan Inggris - Indonesia di berbagai bidang, terutama sektor perdagangan, dimana kedua negara menyepakati target untuk menggandakan nilai perdangan hingga 4,4 miliar poundsterling pada tahun 2015. Kunjungan Yang Mulia Pangeran Andrew akan membangun momentum dari kemajuan kerjasama yang telah kami capai, sekaligus memperkuat hubungan Inggris dengan Indonesia,\" kata Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Mark Canning.

Sementara itu dalam pertemuan kali ini, Hatta dan Pangeran Andrew membicarakan soal potensi investasi pada sektor infrastruktur di Indonesia, di antaranya pada sistem saluran air dan pembuangan, pelabuhan, rel kereta api, bandara, energi, dan komunikasi.

Pihak swasta di Inggris juga banyak berminat melakukan investasi, melihat Indonesia sebagai kekuatan ekonomi di Asia yang sedang berkembang, dengan tingkat konsumsi yang terus meningkat dan memiliki populasi generasi muda yang besar. Tidak hanya itu, Inggris juga akan berinvestasi di sektor barang konsumer, paramedik, kesehatan, dan jasa keuangan. [iqbal]

BERITA TERKAIT

CITI INDONESIA DUKUNG INDONESIA ASIAN PARA GAMES

Citi Indonesia (Citibank) mendukung  penyelenggaraan Indonesia 2018 Asian Para Games sebagai Official Sponsor, yang akan berlangsung di Jakarta pada tanggal…

Wakil Ketua MPR RI - Bangun Indonesia dari Kampung Halaman

Oesman Sapta Wakil Ketua MPR RI Bangun Indonesia dari Kampung Halaman Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta mengingatkan…

Ansaldo Energia Gelar Customer Day - Perkuat Pasar Listrik di Indonesia

NERACA Jakarta - Ansaldo Energia, perusahaan asal Italia di industri pembangkit tenaga listrik terintegrasi, memperkuat pasar Indonesia sejalan dengan program…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tol JORR Berlakukan Contraflow Sampai 3 Oktober

      NERACA   Bekasi - PT Jasa Marga (Persero) Tbk melakukan uji coba rekayasa lalu lintas 'contraflow' atau…

Ekspor Kakao Diproyeksikan Tumbuh Hingga 10% - Permintaan Tinggi

      NERACA   Jakarta – Di tengah pesimisme sebagian pengusaha sektor perkebunan akan kinerja ekspor pada penghujung tahun…

PT Lintas Marga Sedaya Raih Pembiayaan Rp8,8 Triliun

    NERACA   Jakarta - PT Lintas Marga Sedaya (LMS), menerima pembiayaan sindikasi sejumlah Rp8,8 triliun. Pembiayaan sindikasi ini…