Sentimen The Fed, IHSG Bergerak Konsolidasi

Kamis, 19/09/2013

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Rabu sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 54,366 poin (1,20%) ke level 4.463,254. Sementara Indeks LQ45 ditutup anjlok 13,423 poin (1,75%) ke level 752,201. Aksi jual investor asing menjadi pemicunya, dimana saham-saham bank menjadi target aksi jual.

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, aksi jual investor asing menjelang pertemuan The Fed memaksa indeks BEI kembali melemah, “Tampaknya sentimen menjelang pertemuan the Fed terkait kelanjutan kebijakan stimulus keuangan AS mendorong pelaku pasar saham memilih menahan diri untuk masuk ke pasar,”katanya di Jakarta, Rabu (18/9).

Tercatat investor asing melakukan aksi jual bersih (net buy) sebesar Rp368,863 miliar. Kondisi ini juga diperburuk dengan bursa saham regional yang cuga cenderung berfluktuasi, “Pelaku pasar cenderung memanfaatkan untuk ambil untung seraya menunggu hasil kebijakan stimulus the Fed,”ujarnya.

Sementara analis HD Capital, Yuganur Wijanarko menambahkan dari sisi teknikal IHSG BEI kembali masuk dalam fase konsolidasi akibat aksi jual saham pelaku pasar untuk merealisasikan keuntungan, “Kami masih mewaspadai akan adanya koreksi lanjutan untuk meredakan keadaan 'overbought' (jenuh beli) saham," kata dia.

Beberapa saham yang layak dikoleksi pada perdagangan Kamis diantaranya, Kalbe Farma (KLBF), Aneka Tambang (ANTM), Erajaya (ERAA), Bumi Serpong Damai (BSDE). Pada perdagangan kemarin berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 194.953 kali pada volume 5,405 miliar lembar saham senilai Rp 17,306 triliun. Sebanyak 117 saham naik, sisanya 138 saham turun, dan 82 saham stagnan.

Nilai dan volume transaksi melonjak tinggi gara-gara transaksi tutup sendiri (crossing) saham PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) senilai Rp 12,4 triliun di pasar negosiasi. Transaksi ini difasilitasi oleh broker Credit Suisse Securities (CS) Bursa-bursa regional berakhir mixed cenderung menguat menutup perdagangan hari ini dengan bursa saham Jepang melonjak paling tinggi. Hanya bursa saham Hong Kong yang masih melemah.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Inti Bangun (IBST) naik Rp 700 ke Rp 5.100, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 500 ke Rp 31.600, Asahimas (AMFG) naik Rp 400 ke Rp 7.550, dan Indomobil (IMAS) naik Rp 350 ke Rp 5.600. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 3.250 ke Rp 39.750, Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 800 ke Rp Rp 2.500, Unilever (UNVR) turun Rp 750 ke Rp 30.750, dan Chandra Asri (TPIA) turun Rp 700 ke Rp 4.200.

Penutupan perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melemah 28,510 poin (0,63%) ke level 4.489,110. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 7,503 poin (0,98%) ke level 758,121. Saham-saham bank terkoreksi tajam, membuat indeks sektor finansial memimpin pelemahan. Saham komoditas malah menguat berkat aksi beli selektif, tapi penguatannya sia-sia karena IHSG masih terjebak di zona merah. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 116.809 kali pada volume 2,758 miliar lembar saham senilai Rp 14,908 triliun. Sebanyak 110 saham naik, sisanya 108 saham turun, dan 92 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia bergerak mixed pada perdagangan sesi pertama dan hanya bursa saham Jepang yang melonjak tinggi menyusul hasil pertemuan The Fed

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Inti Bangun (IBST) naik Rp 700 ke Rp 5.100, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 450 ke Rp 31.650, Indomobil (IMAS) naik Rp 400 ke Rp 5.650, dan Asahimas (AMFG) naik Rp 350 ke Rp 7.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.900 ke Rp 41.100, Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 800 ke Rp Rp 2.500, Chandra Asri (TPIA) turun Rp 575 ke Rp 4.325, dan Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 250 ke Rp 14.150.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 0,35% menjadi 4.501,96 sedangkan Indeks 45 Saham Unggulan (LQ45) melemah 3,99 poin (0,52%) ke posisi 761,63, “Penantian mengenai kelanjutan program stimulus ekonomi AS berdampak pada pasar regional yang berfluktuasi. The Fed diperkirakan mengurangi program pembelian obligasi sebesar US$ 10 miliar menjadi US$ 75 miliar dari saat ini US$ 85 miliar," kata VP Research and Analysis PT Valbury Asia Securities, Nico Omer Jonckheere.

Dia menambahkan, reaksi pasar akan bergantung pada seberapa dekat keputusan the Fed nantinya dengan konsensus, jika sejalan dengan pandangan pasar, investor akan bereaksi positif, sementara jika lebih besar dari diperkirakan menjadi negatif untuk pasar."Kendati faktor the Fed akan mendominasi sentimen di pasar, diharapkan faktor positif internal bisa mereduksi tekanan terhadap IHSG BEI Rabu," kata dia.

Bursa regional, diantaranya Indeks Hang Seng dibuka melemah 54,45 poin (0,23%) ke level 23.126,07, indeks Nikkei-225 naik 277,83 poin (1,94%) ke level 14.589,11, dan Straits Times menguat 15,22 poin (0,45%) ke posisi 3.195,14. (bani)