BRI Berkomitmen Sejahterakan Pekerja dan Pensiunan

Kamis, 19/09/2013

NERACA

Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk sebagai perusahaan terbuka telah memperhatikan dan memberikan jaminan perlindungan atas hak-hak yang harus diterima pekerja dan pensiunannya. Menanggapi aspirasi pensiunan yang masuk, perseroan akan tetap berpatokan pada UU yang berlaku.

Berdasarkan perundang-undangan pasal 167 UU No 13 Tahun 2003, perseroan mempunyai kewajiban memperhitungkan perbandingan uang pensiun pekerja yang berakhir hubungan kerjanya karena mencapai usia pensiun normal, dengan besaran pesangon sesuai ketentuan pasal 156 UU 13/2003.

“Berdasar UU itu, dikeluarkanlah Surat Keputusan Direksi BRI Nokep: S.883-DIR/KPS/10/2012 tanggal 1 Oktober 2012 tentang Penyelesaian Kewajiban Perusahaan Terhadap Pekerja Yang Berakhir Hubungan Kerjanya Karena Mencapai Usia Pensiun Normal sebagai implementasi dari UU No 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan,” jelas Ali.

Hal tersebut diutarakan Muhamad Ali di Jakarta menanggapi aksi aspiratif dari pensiunan BRI, di Jakarta, Rabu (18/9).

Ali menandaskan,penerbitan Surat Keputusan Direksi BRI di atas bukan keputusan sepihak. Sebab, manajemen telah melibatkan pihak terkait yang berkompeten antara lain Kemenakertrans, Dana Pensiun BRI, Aktuaris, dan DPLK BRI serta telah mendapat legal opinion dari Kemenakertrans.

Dikatakan Ali, BRI sebelumnya telah melakukan analisa dan penilaian yang mendalam dan menyeluruh atas kebijakan serta manfaat pensiun yang telah diterima oleh para pensiunan saat ini. BRI dalam mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 167 ayat 1, menghasilkan perhitungan atau perbandingan pesangon dengan manfaat pensiun (uang pensiun) dalam 3 (tiga) kondisi hasil yang berbeda.

“Yakni, jumlah uang pensiun yang diterima lebih kecil dari pesangon (Uang pensiun atau Pesangon), maka selisih kekurangannya (Kompensasi) akan dibayar oleh BRI.

Kedua, jumlah uang pensiun yang diterima sama dengan pesangon (Uang pensiun = Pesangon), maka tidak ada kewajiban bagi BRI untuk membayarkan Kompensasi kepada pensiunan. Ketiga, jumlah uang pensiun yang diterima lebih besar dari pesangon (Uang pensiun), maka atas kelebihan tersebut tidak perlu dikembalikan oleh para pensiunan dan merupakan penghargaan perusahaan bagi para pensiunan,” papar Ali. [fba]