Reksa Dana Syariah Relatif Difensif - Ditengah Gejolak Ekonomi

Volatilitas pasar finansial yang terjadi saat ini membuka kesempatan bagi investor untuk melirik Reksa Dana saham syariah. Reksa Dana syariah dapat dijadikan alternatif pilihan saat kondisi pasar sedang kurang kondusif.

Itu tercermin saat krisis keuangan global 2008-2009. Kala itu Reksa Dana syariah tumbuh sebesar 5% di saat Reksa Dana konvensional mengalami koreksi. Sebab, saat pasar mengalami koreksi, saham-saham di luar perbankan justru mengalami pertumbuhan. Hal ini mendorong kinerja Reksa Dana syariah yang tidak memiliki aset di sektor perbankan.

Ya, kinerja instrumen ini diproyeksikan mampu mengungguli Reksa Dana konvensional. Karakteristik produk Reksa Dana syariah yang relatif defensif, bisa menjadi keuntungan ketika pasar seperti saat ini. Kala pasar positif, kinerja Reksa Dana saham syariah akan tertinggal. Sebaliknya, di saat pasar tertekan, koreksi yang terjadi tidak terlalu dalam dibanding lainnya.

Head of Asset Management Group Islamic Bank Division CIMB Investment Bank Berhad, Shahril Simon mengatakan, Reksa Dana syariah sebagai wadah investasi yang diprediksikan mampu bertahan dengan segala kondisi ekonomi. Apalagi dalam satu dekade ke depan, diperkirakan pasar dari produk investasi syariah masih bisa tumbuh sebesar 10,6%.

“Reksa Dana syariah return-nya lebih tinggi dibandingkan Reksa Dana konvensional, bahkan selama satu dekade terakhir (2000-2010) kapitalisasi pasar dari produk investasi syariah tumbuh 13,6%,” kata dia

Saat ini, CIMB memiliki satu produk Reksa Dana saham syariah bertajuk CIMB Principal Islamic Equity Growth Syariah. Berdasarkan data PT Infovesta Utama, periode 28 Desember 2012 hingga 30 Agustus 2013 lalu, Reksa Dana ini menorehkan return minus 1,27%.

Itu lebih unggul dibanding kinerja IHSG yang mencetak minus 2,82% dan kinerja rata-rata Reksa Dana saham yang minus 4,11%. Produk ini menempatkan aset dasar pada sektor otomotif dan ritel. Sementara bobot yang besar dibenamkan pada sektor properti, semen dan konstruksi.

\"Intinya kunci investasi tergantung pada kesempatan untuk beradaptasi dengan tujuan investasi, terlepas dari strategi yaitu menggunakan filosofi investasi yang konsisten dan fokus pada fundamental,\" ujar Simon.

Beberapa Reksa Dana saham syariah lain juga menorehkan return positif. Produk PT Ciptadana Asset Management misalnya, yakni Cipta Syariah Equity, membukukan return positif 5,23% untuk periode yang sama. Berdasarkan fund fact sheet Agustus 2013, produk ini memarkirkan 48% aset pada saham sektor pertambangan, minyak dan gas. Sebesar 19% dialokasikan pada sektor agrikultur dan 14% ditempatkan pada pasar uang.

BERITA TERKAIT

Merck Kantungi Dana Segar Rp 1,384 Triliun - Lepas Bisnis Consumer Health

NERACA Jakarta – Emiten farmasi, PT Merck Tbk (MERK) berencana menjual lini usaha consumer health kepada PT Procter & Gamble…

Pemegang Saham Serap Rights Issue MDKA - Bidik Dana di Pasar Rp 1,33 Triliun

NERACA Jakarta - Aksi korporasi yang dilakukan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berupa penerbitan saham baru (rights issue) dengan…

Trimuda Tetapkan Harga Rp 150 Persaham - Bidik Dana IPO Rp 30 Miliar

NERACA Jakarta - Perusahaan yang bergerak di bidang kargo dan logistik PT Trimuda Nuansa Citra berencana untuk menjual saham ke…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…