Reksadana Investasi Yang Fleksibel

Sabtu, 21/09/2013

Belakangan kondisi ekonomi Indonesia cenderung tidak stabil. Mereka yang pada awalnya tidak peduli dengan pergerakan dolar, lambat laun mulai mencari tahu dan berusaha untuk memahaminya. Lantas bagaimana dengan investasi Reksa Dana terkait dengan melemahnya harga rupiah dan anjloknya harga saham?

Walaupun terpengaruh dengan keadaan IHSG dan kondisi dolar saat ini, investasi Reksa Dana masih menjadi pilihan alternative bagi investor untuk berinvestasi. Peluang ini dimanfaatkan oleh HSBC dengan memasarkan Reksa Dana Manulife Saham SMC Plus dengan memanfaatkan strategi investasi yang fleksibel dirancang untuk memaksimalkan potensi keuntungan dari investasi di saham-saham small mid cap.

Ya, HSBC dan PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) telah menandatangani perjanjian pemasaran Reksa Dana Manulife Saham SMC Plus. HSBC mulai memasarkan Reksa Dana tersebut kepada nasabahnya mulai 21 Agustus 2013 lalu.

Presiden Direktur MAMI, Legowo Kusumonegoro mengatakan bahwa fokus utama Reksa Dana Manulife Saham SMC Plus adalah untuk mengambil keuntungan dari peluang investasi di saham-saham small mid cap, yang memiliki risiko lebih tinggi daripada saham-saham big cap, akan tetapi memiliki potensi keuntungan yang lebih tinggi dalam jangka waktu investasi lebih panjang.

Strategi investasi Reksa Dana ini, sambung dia, memiliki fleksibilitas yang memperbolehkan dilakukannya investasi di saham-saham big cap, sehingga memungkinkan Reksa Dana Manulife Saham SMC Plus merespon terhadap perubahan kondisi pasar.

"Manulife Saham SMC Plus mengalokasikan 80-100% dari aset yang dikelola untuk diinvestasikan di instrumen saham dan 0-20% di instrumen pasar uang dalam negeri," ungkap dia.

Sementara Head of Wealth Management HSBC Indonesia, Steven Suryana menuturkan, HSBC memiliki komitmen menyediakan beragam pilihan produk dan layanan berkualitas tinggi untuk membantu nasabah dalam berinvestasi.

"Saat ini, Reksa Dana saham masih menjadi pilihan investasi yang paling diminati oleh para nasabah di HSBC. Karena itu, kami merasa bangga menjadi bank pertama di Indonesia yang dapat bekerja sama dengan MAMI dalam memasarkan reksa dana Manulife Saham SMC Plus,” ujar dia

HSBC menjadi bank pertama yang memasarkan Reksa Dana Manulife Saham SMC Plus. Dengan kerja sama tersebut, HSBC memasarkan sembilan produk reksa dana kelolaan MAMI, yaitu Manulife Indonesia Money Market Fund, Manulife Dana Tetap Pemerintah, Manulife Obligasi Negara Indonesia II, Manulife Dana Campuran II, Manulife Dana Saham, Manulife Greater Indonesia Fund, Manulife Saham Andalan, Manulife Pendapatan Bulanan II dan Manulife Saham SMC Plus.

“Kami merasa senang dapat bekerja sama dengan HSBC, salah satu bank terbesar di dunia yang beroperasi di Indonesia dalam menawarkan potensi keuntungan Reksa Dana Manulife Saham SMC Plus kepada kalangan masyarakat yang lebih luas. Kami percaya, dengan luasnya jangkauan pemasaran dan besarnya jumlah nasabah yang dimiliki HSBC akan melengkapi penjualan ritel yang dilakukan oleh tenaga pemasar MAMI,” kata Legowo.