BI Batasi Pembiayaan KPR Inden

NERACA

Jakarta - Dalam rangka upaya menjaga pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR), Bank Indonesia (BI) berhati-hati memperketat aturan rasio pinjaman terhadap nilai aset atau loan to value (LTV), salah satu ketentuannya yakni membatasi pembiayaan untuk KPR Inden. Bank juga harus memastikan fisik bangunan rumah sudah selesai sebelum kredit disalurkan.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Difi Ahmad Johansyah menjelaskan, revisi aturan terkait KPR untuk kepemilikan bangunan, nantinya BI tidak mengijinkan perbankan untuk menyalurkan kredit kepada nasabah pada rumah kedua dan seterusnya yang statusnya masih inden.

“Bank boleh memberi KPR jika properti yang jadi agunan telah tersedia secara utuh atau ada fisiknya, jadi jangan sampai kredit sudah ada, rumahnya belum ada, dipakai untuk bangun tempat lain,” kata Difi di Jakarta, Selasa (17/9).

Tapi, Difi juga menjelaskan, dari aturan tersebut BI memberi pengecualian kepada KPR pertama. “Untuk KPR pertama boleh inden walaupun belum ada wujudnya,” kata dia. Selain itu, BI juga melarang perbankan menerima uang muka yang sumbernya dari kredit, misalnya kredit tanpa agunan (KTA). “Debitur harus fokus pada satu beban yakni pelunasan KPR, DP tidak boleh kredit, kalau ketahuan gunakan KTA ya tidak boleh, akan kena sanksi,” imbuh Difi. [sylke]

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank DKI Bagikan Kartu Bagi Pedagang Beras Cipinang

      NERACA   Jakarta - Bank DKI membagi-bagikan Kartu Pedagang kepada pedagang beras Cipinang sebagai bentuk dukungan terhadap…

LinkAja Sediakan Layanan Nontunai di Pasar Peterongan Semarang

    NERACA   Jakarta - Revitalisasi pasar tradisional sebagai bagian penting dari ekonomi kerakyatan penting dilakukan untuk menjaga eksistensi…

Tahan Suku Bunga, BI Pilih Turunkan GWM

P { margin-bottom: 0.08in; }A:link { }     NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) melalui Rapat Dewan Gubernur…