Kalbe Farma Klaim Telah Ikuti Aturan Main

Aksi mogok kerja karyawan PT Kalbe Farma Tbk yang menuntut kenaikan upah, mendapatkan respong langsung dari manajemen perseroan. Bahkan perseroa mengklaim sudah melaksanakan kenaikan upah sesuai peraturan perundang-undangan tentang tenaga kerja. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (17/9).

Kata Sekretaris Perusahaan PT Kalbe Farma Tbk, Vidjongtius, pihaknya selalu mematuhi peraturan perundangan ketenagakerjaan yang berlaku dan tidak pernah melakukan pelanggaran hak-hak normatif karyawan yang ditetapkan pemerintah. ”Dalam menjalankan proses pengupahan, kami selalu mengikuti peraturan. Saat ini Kalbe sudah tidak mempekerjakan tenaga outsourcing pada core business kami di bidang farmasi,”ujar dia,

Dia juga menambahkan, pihaknya juga telah melakukan sejumlah pertemuan bipartit yang dihadiri dan difasilitasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi. Lanjutnya, upah minimum terendah yang diberikan Kalbe sudah mengikuti upah normatif yang ditetapkan pemerintah. Selain itu, perseroan juga menambah dengan uang makan dan transport sesuai kenaikan bahan bakar minyak (BBM) Juli 2013, serta beberapa tunjangan lainnya.

Kemudian soal tuntutan rumah ibadah, kata Vidjongtius, Kalbe juga sudah menyediakan mushola di semua lini produksi di setiap lantai, “Kalbe sampai saat ini tetap memberikan pelayanan kebutuhan obat-obatan kepada masyarakat. Pada saat bersamaan, kami akan terus mengupayakan penyelesaian secepatnya dengan tetap mengikuti aturan hukum yang berlaku,” kata dia.

Dia menjelaskan, aksi mogok kerja karyawan ini berawal dari permintaan segelintir karyawan dalam Serikat Pekerja Kalbe menuntut kenaikan tambahan upah di atas ketentuan normatif. Namun kemudian berkembang menjadi tuntutan lain seperti pengangkatan karyawan outsourcing menjadi karyawan tetap dan pembangunan masjid.

Diketahui, para buruh Kalbe Farma menuntut pelaksanaan upah 2013 yang belum tuntas, disediakannya fasilitas ibadah berupa masjid di dalam perusahaan serta pengangkatan pekerja outsourcing menjadi pekerja tetap. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Bilang Pasar Modal Punya Aturan Main - Soal Trading Halt

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengemukakan bahwa pembekuan sementara perdagangan (trading halt) dapat dilakukan jika indeks harga…

BTN Telah Salurkan Kredit Hingga Rp437 triliun

  NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mengklaim telah menyalurkan kredit sekitar Rp437 triliun selama 68 tahun…

Permudah Proses Perizinan, ESDM Cabut 32 Aturan

      NERACA   Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mencabut 32 aturan. Menurut Menteri…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Presdir Hero Supermarket Mengundurkan Diri

Presiden Direktur Stephane Deutsch PT Hero Supermarket Tbk (HERO) mengundurkan diri. Pengumuman pengunduran diri tersebut disampaikan HERO dalam siaran persnya…

Tunas Baru Lampung Rilis Obligasi Rp 1 Triliun

Lunasi utang, PT Tunas Baru Lampung (TBLA) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I Tunas Baru Lampung tahap I tahun 2018 dengan…

Jakarta Garden City Raih PMSEA 2018

NERACA Jakarta -- Perumahan skala kota (township) Jakarta Garden City (JGC) seluas 370 hektar, yang dikembangkan PT Mitra Sindo Sukses,…