Pasar Optimis IHSG Akhir Tahun Tembus 5000

NERACA

Jakarta – Meskipun pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) masih bergerak liar, namun hingga akhir tahun target IHSG tembus level 5.000 diyakini terealisasi. Direktur Utama PT PNM Investment Management, MQ Gunardi mengatakan, IHSG akhir tahun diprediksi berada di kisaran level 4.800 hingga 5.000. Sebelumnya, manajemen berpendapat IHSG akan berada di posisi 4.600, “Revisi proyeksi tersebut mengingat arah pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi pada tahun depan sudah terlihat jelas, sehingga pihaknya optimis IHSG bisa tembus 5.000,”ujar dia di Jakarta, Selasa (17/9).

Menurutnya, pernyataan pemerintah tentang inflasi tahun depan diperkirakan dibawah 5%, pengangguran berkurang dan daya beli ditingkatkan akan menjadi sentimen positif pelaku pasar dan membuat optimis indeks BEI bisa di level 5.000.

Dia mengungkapkan, permasalahan sekarang yang dihadapi Indonesia hanya dua, rencana The Fed menarik stimus dari Indonesia dan desifit neraca transaksi berjalan.Ke depan pemerintah juga akan mengatasi desifit neraca transaksi berjalan dengan menekan impor. Hal ini nantinya dianggap bisa membuat nilai positif kepada pasar modal domestik.“Kita yakin pemerintah bisa mengatasi defisit neraca transaksi berjalan,” jelasnya.

Sekedar informasi, PT PNM kembali menerbitkan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) PNM pembiayaan Mikro BUMN 2013. Seluruh dananya akan diinvestasikan pada usaha kecil mikro (UKM).

Kata Gunardi, dana investor yang terkumpul untuk produk ini sebesar Rp125 miliar. Dana tersebut berasal dari tujuh investor institusi, “Kami sangat senang melihat keyakinan investor terhadap sektor UMK di tengah gejolak ekonomi saat ini. PNM Investment Management sebagai perusahaan manajer investasi pertama di Indonesia yang menerbitkan produk reksa dana berbasis UMK terus berkomitmen untuk memberikan pembiayaan bagi sektor tersebut,\\\" ujarnya.

RDPT PNM Pembiayaan Mikro BUMN 2013 memiliki tenor selama 18 bulan. Reksa dana tersebut telah tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 5 September 2013. Sebelumnya, PNM Investment Management telah meluncurkan RDPT PNM Pembiayaan Mikro BUMN 2011 sebesar Rp200 miliar, RDPT PNM Pembiayaan Mikro BUMN 2012 Seri I sebesar Rp270 miliar, dan RDPT PNM Pembiayaan Mikro BUMN 2012 Seri II sebesar Rp230 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Gelar Roadshow Pasar Modal Ke Tiongkok - Bidik Lebih Banyak Investor Asing

NERACA Jakarta  - Meskipun penetrasi pasar modal di dalam negeri masih rendah, hal tersebut tidak membuat PT Bursa Efek Indonesia…

Minat Investasi di Pasar Modal Meningkat - Investor di Kalsel Tumbuh

NERACA Banjarmasin – Besarnya tekad PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk terus mengkampanyekan Yuk Nabung Saham dengan menggandeng beberapa perusahaan…

Stabilitas Ekonomi Menopang Laju IHSG

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan Kamis  (12/10), indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 43,41…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan BTEL Susut Jadi Rp 1,51 Miliar

Bisnis telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terus menyusut. Tengok saja, hingga periode 30 Juni 2017 meraih pendapatan sebesar…

Saham IPO ZINC Oversubscribed 500 Kali

Kantungi dana segar hasil peawaran umum saham perdan atau initial public offering (IPO), PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menyiapkan…

Hotel dan Residensial Beri Kontribusi - Penjualan PP Properti Proyeksikan Tumbuh 60%

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal dua bulan lagi, PT PP Properti Tbk (PPRO) terus bergerilya untuk memenuhi…